Laporan Praktikum Biologi tentang Transport Zat (Plasmolisis,Deplamolisis)


Transport Zat
(Plasmolisis,Deplamolisis)


Tujuan :
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui proses difusi,plasmolisis,dan deplamolisis.

Dasar Teori :
  1. Difusi
Difusi adalah percampuran antara dua molekul zat yang berbeda konsentrasi, yaitu dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah ( Achmad dan Pramudiyanti,Penuntun Paraktikum Biologi Dasar,2005).

Difusi terjadi atas respon terhadap perbedaan konsentrasi.Konsentrasi adalah sejumlah zat atau partikel per unit volum. Suatu perbedaan terjadi,apabila terjadi perubahan konsentrasi dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Selain perbedaan konsentrasi, perbedaan dalam sifat dapat juga menyebabkan difusi. Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia,kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membrane sel(Dardjat sasmitamihaja,Fisiologi Tumbuhan,1996).
Faktor yang mempengaruhi difusi :
  1.  Suhu, makin tinggi difusi makin cepat
  2. Ketebalan membrane, makin tebal difusi makin lambat
  3. Kelarutan dalam medium, makin besar difusi makin cepat
  4. Perbedaan Konsentrasi, makin besar perbedaan konsentrasi antara dua bagian, makin besar proses difusi yang terjadi.
  5. Jarak tempat berlangsungnya difusi, makin dekat jarak tempat terjadinya difusi, makin cepat proses difusi yang terjadi.
  6. Area Tempat berlangsungnya Difusi, makin luas area difusi, makin cepat proses difusi (http://www.pustakasekolah.com/pengertian-difusi.html)
2.Plasmolisis

Plasmolisis adalah suatu proses lepasnya protoplasma dari dinding sel yang diakibatkan keluarnya sebagian air dari vakuola (http://teloanyar.blogspot.com/2012/05/plasmolisis.html).
Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Jika sel tumbuhan diletakkan pada larutan hipertonik, sel tumbuhan akan kehilangan air dan tekanan turgor, yang menyebabkan sel tumbuhan lemah. Tumbuhan dengan kondisi sel seperti ini disebut layu. Kehilangan air lebih banyak lagi menyebabkan terjadinya plasmolisis : tekanan terus berkurang sampai di suatu titik di mana sitoplasma mengerut dan menjauhi dinding sel. Sehingga dapat terjadi cytorrhysis– runtuhnya dinding sel. Tidak ada mekanisme di dalam sel tumbuhan untuk mencegah kehilangan air secara berlebihan, juga mendapatkan air secara berlebihan, tetapi plasmolisis dapat dibalikkan jika sel diletakkan di larutan hipotonik(http://sucitaarfa.blogspot.com/2011/11/biologi-plasmolisis.html)

Sel yang mengalami plasmolisis dapat kembali ke keadaan semula. Proses pengembalian dari kondisi terplasmolisis ke kondidi semula ini dikenal dengan istilah deplasmolisis. Tapi, konsentrasi larutan medium dibuat lebih hipotonis, sehingga yang terjadi adalah cairan yang memenuhi ruang antara dinding sel dengan membran sel bergerak ke luar, sedangkan air yang berada diluar bergerak masuk kedalam dan dapat menembus membran sel karena membran sel mengizinkan molekul-molekul air untuk masuk ke dalam. Masuknya molekul-molekul air tersebut mengakibatkan ruang sitoplasma terisi kembali dengan cairan sehingga membran sel kembali terdesak ke arah luar sebagai akibat timbulnya tekanan turgor akibat gaya kohesi dan adhesi air yang masuk. Akhir dari peristiwa ini adalah sel kembali ke keadaan semula(http://sketsaistjourney.wordpress.com/2011/04/03/difusi-osmosis-plasmolisis/).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Plasmolisis Dan Deplasmolisis :
  1. Konsentrasi, meningkatanya konsentrasi suatau lautan kana menurunkan nilai osmotiknya.
  2. Ionisasi zat terlarut, potensial suatu larutan tidak ditentukan oleh macam zat, tetapi ditentukan oleh jumlah pertikel yang ada didalam larutan tersebut.
  3. Suhu, potensial osmotic suatu larutan akan berkurang nilainya dengan naiknya suhu.
  4. Hidrasi molekul zat terlarut, air yang berasosiasi dengan pertikel zat terlarut disebut air hidrasi, dampak air hidrasi terhadap suatu larutan dapat menyebabkan larutan menjadi lebih pekat.
Kadar air dan materi yang terlarut didalam sel, hal ini mempengaruhi dari dinding sel
(http://wanitasolehaa.blogspot.com/2013/10/laporan-plasmolisis-dan-deplasmolisis.html)

Cara Kerja
Difusi :
Adapun cara kerja yang dilakukan dalam percobaan ini adalah :
  1. Menyiapkan alat dan bahan diantaranya,larutan NaCl.larutan gula,,cawan petrti,air,pipet,gelas piala,Kristal CuSO4 dan metilen biru.
  2. Meneteskan metilen biru pekat kedalam 2 gelas piala berisi air 10 ml
  3. Mengaduk sampai warna merata
  4. Memasukkan Kristal CuSO4 kedalam gelas piala
  5. Satu gelas piala yang telah dimasukkan Kristal CuSO4 di aduk dan satunya lagi dibiarkan sampai Kristal CuSO4 larut dengan sendirinya.
  6. Mencatat waktu sampai Kristal CuSO4 larut
  7. Mencatat hasil pengamatan pada table hasil pengamatan
Plasmolisis
Adapun cara kerja yang dilakukan dalam percobaan ini adalah :
  1. Menyiapakan alat dan bahan diantaranya adalah daun rhoe discolor, larutan NaCl.larutan gula,mikroskop,cawan petri,gelas benda,gelas penutup,silet,air,pipet,dan gelas benda.
  2. Menyayat bagian epidermis daun Rhoe discolor
  3. Meletakkan pada gelas benda lalu menetesi larutan gula atau larutan NaCl
  4. Mengamati melalui mikroskop
  5. Memperhatikan apa yang terjadi pada sudut-sudut sel
  6. Jika sudah terjadi pergerakan atau perubahan pada sel segera tetesi sediaan dengan air ini bertujuan untuk mengetahui proses deplamolisis
  7. Mengamati kembali di bawah mikroskop
  8. Memperhatikan perubahan pada sel
Tabel Hasil Pengamatan
Table hasil pengamatan difusi

Kelompok
Perlakuan
Waktu
1
Diaduk
1 menit 14 detik
Tidak diaduk
3 menit 57 detik
2
Diaduk
1 menit 6 detik
Tidak diaduk
3 menit 19 detik
3
Diaduk
53 detik
Tidak diaduk
3 menit 54 detik
4
Diaduk
49 detik
Tidak diaduk
3 menit 21 detik
Rata-Rata
Diaduk
1 menit 5 detik
Tidak diaduk
3 menit 37 detik 75 mili detik
 


Tabel hasil pengamatan plasmolisis dan deplamolisis
Larutan
Plasmolisis
Deplamolisis
Normal
NaCl

Gula







Pembahasan
Percobaan yang pertama yaitu proses difusi. Langkah pertama mencampurkan air dengan metilen biru kemudian memasukkan KristalCuSO4pada kedua beker glass. Pada kedua beker glass diberi perlakuan yang berbeda,pada beker glass pertama diberi pengadukan sedangkan pada beker kedua tidak.
Pada percobaan proses difusi yang telah dilakukan didapatkan data bahwa larutan yang diaduk membutuhkan waktu rata-rata sekitar 1 menit 5 detik untuk melarutkan Kristal CuSO4ke dalam larutan metilen biru sedangkan larutan yang tidak di aduk membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu sekitar3 menit 37 detik 75 milidetik untuk melarutkan semua Kristal CuSO4ke dalam larutan metilen biru. Dari percobaan difusi tersebut dapat diketahui bahwa difusi merupakan percampuran antar dua molekul zat yang berbeda konsentrasi,yaitu dari zat yang berkonsentrasi tinggi ke zat yang konsentrasinya rendah. Pengadukan sangat berperan penting dalam proses difusi,karena jika dilakukan pengadukan proses difusi akan berjalan lebih cepat dibandingkan dengan tidak dilakukan pengadukan. Larutan metilen biru lebih cepat larut dari pada larutan CuSO4karena metilen biru bersifat cair dan memiliki molekul-molekul kecil sedangkan larutan KmnO4 bersifat padat dan memiliki molekul besar.

Kecepatan difusi dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain suhu yaitu makin tinggi difusi makin cepat,Ketebalan membrane jika membran semakin tebal difusi makin lambat,kelarutan dalam medium jika makin besar difusi makin cepat,perbedaan Konsentrasi jika makin besar perbedaan konsentrasi antara dua bagian, makin besar proses difusi yang terjad,jarak tempat berlangsungnya difusi jika makin dekat jarak tempat terjadinya difusi, makin cepat proses difusi yang terjad dan yang terakhir yaitu area tempat berlangsungnya difusi, makin luas area difusi, makin cepat proses difusi.

Percobaan yang kedua yaitu proses plasmolisis dan deplasmolisis. percobaan ini menggunakan sayatan tipis daun Rhoe discolor. Pada percobaan ini dilakukan dua percobaan dengan perlakuan yang berbeda. Pada percobaan pertama,sel yang diamati di bawah mikroskop diberi perlakuan dengan ditetesi larutan gula dan percobaan kedua sel ditetesi dengan larutan NaCl.Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan,didapatkan data bahwa sel pada daun Rhoe discolor sebelum ditetesi larutan gula nampak sel-selnya penuh berwarna ungu sampai pada dinding-dinding selnya. Namun setelah ditetesi larutan gula sel-sel pada daun Rhoe discolor nampak mengalami pengerutanpada bagian sitoplasma dan membrane sel lama kelamaan nampak mengkerut dan warna selnya memudar. Pada awalnya hanya pinggiran sel saja yang memudar namun lama kelamaan warna ungu pada sel nyaris menghilang.Demikian juga pada percobaan yang kedua dengan menetesi larutan NaCl,selnampak mengkerut sedangkan warna selnya pun mulai memudar.

Pada saat awalnya sel daun rhoe discolorberbentuk normal, saat larutan gula dan NaCl diteteskan di atas sayatan daunrhoeo discolor , lingkungan yang terbentuk di luar sel daun adalah hipertonik, dan hipotonik pada bagian dalam sel. sesuai dengan prinsip osmosis, yakni perpindahan pelarut melalui selaput semi-permeabel dari konsentrasi pelarut tinggi menuju konsentrasi rendah,air akan mengalir keluar dari vakuola menuju luar sel karena adanya tekanan osmosis. akibatnya sel daun rhoeo discolor kehilangan air sehingga sitoplasma yang berwarna ungu mengkerut dan menjauhi dinding sel,seolah-olah keluar dan lepas dari dinding sel. lama-kelamaan sitoplasma memudar menjadi bercak- bercak berwarna ungu. hal ini terjadi karena larutan gula dan NaCl memiliki konsentrasi larutan yang lebih tinggi dari pada cairan di dalam sel sehingga terjadilah proses plasmolysis,yakni proseslepasnya sitoplasma dari membrane plasma yang menyebabkan selnya nampak mengkerut karena adanya perbedaan kosentrasi di dalam sel dengan di luar sel.

Setelah sel-sel pada sayatan daun Rhoe discolor nampak telah mengalami proses plasmolisis yaitu membrane sel nya mengkerut,maka sebelum semua sel nampak lepas segera metetesi air diatas preparat. Pada hasil percobaan terlihat bahwa sel-sel yang ditetesi dengan air mengalami pengembangan kembali yaitu membrane plasma nampak kembali muncul. Dengan meneteskan air, maka membuat kondisi luar sel hipotonik,sehingga air bisa memasuki sel sesuai prinsip osmosis. Walaupun sitoplasma kembali memasuki dinding sel, tetapi sitoplasma tidak sepenuhnya memenuhi dinding sel. sitoplasma hanya berada pada bagian pinggir dinding sel. Mengembangnya kembali sitoplasma pada dinding sel pada preparat yang sebelumnya ditetesi gula ternyata lebih cepat dari pada yang sebelumnya di tetesi dengan larutan NaCl.Hal ini karena larutan NaCl mempunyai konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan larutan gula. Dengan tingginya konsentrasi NaCl yang sebelumnya ditetesi pada preparat,air yang bergerak dari luar sel masuk ke dalam sel memerlukan waktu yang lama untuk mencapai keadaan setimbang. Hal ini berarti sel mengalami proses deplamolisis yaitu kembalinya sitoplasma ke dalam sel karena konsentrasi yang ada di luar sel lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi yang di dalam sel.

Plasmolysis dan deplamolisis dipengaruhi oleh bebrapa factor, diantaranya konsentrasi jika semakin tinggi akan menurunkan nilai osmotiknya,Ionisasi zat terlarut, potensial suatu larutan tidak ditentukan oleh macam zat, tetapi ditentukan oleh jumlah pertikel yang ada didalam larutan tersebut,Suhu, potensial osmotic suatu larutan akan berkurang nilainya dengan naiknya suhu,Hidrasi molekul zat terlarut, air yang berasosiasi dengan pertikel zat terlarut disebut air hidrasi, dampak air hidrasi terhadap suatu larutan dapat menyebabkan larutan menjadi lebih pekat dan Kadar air dan materi yang terlarut didalam sel, hal ini mempengaruhi dari dinding sel

Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan,maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. difusi tak adalah percampuran antara dua molekul zat yang berbeda konsentrasi, yaitu dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah
  2. Kecepatan difusi dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain suhu,ketebalan membran,kelarutan dalam medium,Konsentrasi,jarak dan area tempat berlangsungnya difusi
  3. Plasmolisis adalah proseslepasnya sitoplasma dari membrane plasma yang menyebabkan selnya nampak mengkerut karena adanya perbedaan kosentrasi di dalam sel bersifat hipotonik dengan di luar sel bersifat hopertonik.
  4. Deplamolisis yaitu kembalinya sitoplasma ke dalam sel karena konsentrasi yang ada di luar sel lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi yang di dalam sel.
  5. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Plasmolisis Dan Deplasmolisis yaitu Konsentrasi,Ionisasi zat terlarut,Suhu,Hidrasi molekul zat terlarut dan Kadar air dan materi yang terlarut didalam sel

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »