Laporan Praktikum Biologi tentang Ekologi



EKOLOGI


Tujuan :

  1.  Mengetahuimacam macam-macam organisme penghuni suatu habitat 
  2. Memperkirakan bentuk jarring-jaring makanan yang terbentuk 
  3. Menghitung densitas,frekuensi, dan dominansi spesies 
  4.  Menghitung nilai penting spesies


Dasar teori : 

Kata ekologi berasal dari bahasa yunani oikos, yang berarti rumah atau tempat tinggal. Yang diartikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan yang berkaitan dengan hubungan-hubungan total antara organisme dengan lingkungan yang bersifat organic maupun anorganik( Tri Jalmo dan Arwin Achmad,2002 :75-80).
Istilah habitat dan relung (niche) ekologi adalah dua konsep yang penting dalam mempelajari populasi,komunitas,atau ekosisitem. Habitat adalah tempat organisme itu berada,atau dengan kata lain sebagai alamat oarganisme itu di alam. Relung tak lain adalah status atau peran dari suatu spesies di dalam habitat,komunitas atau ekosistemnya(Arwin Achmadi dan Pramudiyanti,2005:65).
Unit ekologis adalah ekosistem,yang merupakan sebuah kelompok yang terdiri atas beragam populasi yang berinteraksi dalam suatu daerah tertentu. Berbagai populasi yang berinteraksi dalam suatu ekosistem disebut komunitas,yakni komponen-komponen hidup dari suatu ekosistem. Energy bergerak melalui komunitas suatu ekosistem dalam satu arah tunggal dengan memanfaatkan suatu rantai (jarring-jaring) makanan. Dimana terdapat yang memakan,yang dimakan dan kombinasi keduanya( George,2002:297)
Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi. Ahli ekologi sistem adalah mereka yang mencoba menghubungkan bersama beberapa perbedaan aktifitas fisika dan biologi di dalam suatu lingkungan. Penelitian mereka seringkali terfokus pada aliran energi dan perputaran material-materialyang ada di dalam sebuah ekosistem (http://perjunpanggabean.blogspot.com/2011/03/komponen-penyusun/ekologi.html)
Sebagian besar ekosistem memiliki suatu variasi produsen, konsumen dan pengurai yang membentuk sebuah rantai makanan yang saling tumpang tindih yang dinamakan jaringan makanan. Jaringan-jaringan makanan terutama sekali terdapat di ekosistem wilayah tropis dan ekosistem lautan (http://bio.unsoed.ac.id/2010/kurikulum-mata-kuliah/ekologi-tumbuhan.html)

Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :

  1.  Menyiapkan alat dan bahan diantaranya thermometer,luxmeter,tali raffia,pH meter,hygrometer 
  2. Memnetukan suatu lokasi di lapangan untuk praktikum 
  3. Membuat suatu garis transek membelah area praktikum 
  4.  Membuat plot 1 m2 berselang-seling pada garis transek 
  5.  Memcatat jumlah individu dan spesies tumbuhan dan hewan dalam plot 
  6. Menambahkan luas plot menjadi 2 m2 ,kemudian 3 m2 
  7. Melakukan langkah 4 
  8.  Mengukur suhu,kelembaban,pH tanah, dan intensitas cahaya 
  9.  Memasukkan semua data kelompok dan kelas dalam satu table 
  10.  Melakukan perhitungan terhadap data yang didapatkan


Tabel Hasil Pengamatan
Tabel 1.Hasil pengamatan tumbuhan dan hewan pada daerah terdedah  
No. Plot
No.
Nama spesies
Jumlah kelompok
Jumlah individu
Basal area
1
2
3
4
1 m2
1
Rumput Jungut Pahit
368
756
756
1156
3036
1518
2
Tapak Liman
29
2
36
13
80
240
3
Rumput B
8



8
0,8
4
Rumput C
11


50
61
6,1
5
Rumput D



2
2
0,2
6
Rumput E



1
1
0,1
7
Lalat
1
1
1
2
5
10
8
Belalang


1

1
0,1
9
Semut Hitam

3

6
9
0,9
10
Semut Besar


2
1
3
3
11
Semut Merah
5

4
4
13
1,3
12
Binatang A



1
1
0,1
13
Nyamuk
6
2
1
1
10
2
14
Cacing
6

1

7
21
15
Tomcat


1

1
7
16
Kaki seribu (Luing)

1


1
10
17
Laba-Laba


1

1
1
2 m2
1
Rumput Jungut Pahit
852
1356
1856
2312
6376
3188
2
Tapak Liman
62
2
64
31
159
477
3
Rumput B
16



16
1,6
4
Rumput C



110
110
11
5
Rumput D



2
2
0,2
6
Rumput E



2
2
0,2
7
Lalat
2
1
1
6
10
20
8
Belalang


1

1
0,1
9
Semut Hitam

4
3
13
20
2
10
Semut Kecil


5

5
5
11
Semut Besar


2
3
5
5
12
Semut Merah
5

4
13
22
2,2
13
Binatang A



1
1
0,1
14
Nyamuk
9
2
1
3
15
3
15
Cacing
6

3

9
27
16
Tomcat


1

1
1
17
Kaki seribu (Luing)

1


1
10
18
Laba-Laba


1

1
1
19
Lalat hijau


1

1
1,5
3 m2
1
Rumput Jungut Pahit
1335
1980
3264
3468
10047
5023,5
2
Tapak Liman
63
3
79
46
191
573
3
Rumput B
16



16
0,1
4
Rumput C



164
164
16,4
5
Rumput D



2
2
0,2
6
Rumput E



2
2
0,2
7
Lalat
3
1
5
8
17
34
8
Belalang


1

1
0,1
9
Semut Hitam

7
3
13
23
2,3
10
Semut Kecil


12

12
12
11
Semut Besar


3
3
6
6
12
Semut Merah
5

4
13
22
2,2
13
Binatang A



1
1
0,1
14
Nyamuk
12
3
2
3
20
4
15
Cacing
6

4

10
30
16
Tomcat


1

1
1
17
Kaki seribu (Luing)

1


1
10
18
Laba-Laba


1

1
1
19
Lalat hijau


1

1
1,5
TOTAL
2826
4126
6126
7456
20535
11295,1

Tabel 2. Hasil pengamatan tumbuhan dan hewan pada daerah ternaung
No. Plot
No.
Nama spesies
Jumlah kelompok
Jumlah individu
Basal area
1
2
3
4
1 m2
1
Rumput Jungut Pahit
870
42
667
729
2308
1154
2
Tapak Liman
2
16

20
38
114
3
Lalat
1

1
1
3
6
4
Semut Hitam

40
11
6
57
5,7
5
Semut Kecil



123
123
123
6
Semut Besar



3
3
3
7
Semut Merah


40
10
50
5
8
Binatang A



1
1
0,1
9
Nyamuk
25
15
8
1
49
9,8
10
Cacing


1
1
2
6
11
Tomcat
1
1


2
2
12
Kaki seribu (Luing)



1
1
10
13
Rayap


1

1
0,1
14
Putri malu

2


2
10
15
Jamur



5
5
10
2 m2
1
Rumput Jungut Pahit
2340
382
667
1354
4743
2371,5
2
Tapak Liman
7
27

35
69
207
3
Lalat
1

1
3
5
10
4
Semut Hitam

60
11
6
77
7,7
5
Semut Kecil



123
123
123
6
Semut Besar



3
3
3
7
Semut Merah


40
10
50
5
8
Binatang A



1
1
0,1
9
Nyamuk
75
25
8
1
109
545
10
Cacing
2

1
2
5
15
11
Tomcat
1
1


2
2
12
Kaki seribu (Luing)



1
1
10
13
Rayap


1

1
0,1
14
Putri malu

2


2
10
15
Jamur



5
5
10
3 m2
1
Rumput Jungut Pahit
2800
1026
738
1435
5999
2999,5

2
Tapak Liman
20
63
4
60
147
441
3
Lalat
1
1
2
3
7
14
4
Semut Hitam

70
13
6
89
8,9
5
Semut Kecil



273
273
273
6
Semut Besar



3
3
3
7
Semut Merah


45
10
55
5,5
8
Binatang A



1
1
0,1
9
Nyamuk
90
31
9
1
131
26,2
10
Cacing
2

1
2
5
15
11
Tomcat
1
1


2
2
12
Kaki seribu (Luing)



1
1
10
13
Rayap


1

1
0,1
14
Putri malu

2


2
10
15
Jamur



5
5
10
TOTAL
6239
1807
2271
4245
14562
8596,4

Table 3. table hasil pengamatan faktor fisika-kimia
Daerah
No Plot
Factor fisika –kimia
Suhu tanah ( oC)
pH tanah
Suhu udara ( oC)
Kelembapan udara 
( mmHg)
Intensitas cahaya (Cd)
Terdedah
Kelompok 1

1 m2
27,1
7,01
27
66
138
2 m2
27,6
6,8
28
62,5
180
3 m2
28,1
6,9
30
53
369
Kelompok 2

1 m2
27,4
6,9
29
48
367
2 m2
25,7
5,7
28
52
180
3 m2
13,9
6
28
54
149
Kelompok 3
1 m2
28
6,27
29
48
311
2 m2
28,1
6,71
29
37
420
3 m2
28,3
6,21
29
43
420
Kelompok 4
1 m2
28
5,1
34
25
450
2 m2
28
5,5
30
36
275
3 m2
28,2
5,5
31
30
380
Rata-rata
26,5
6,2
29,3
46,2
303,25
Ternaung
Kelompok 1
1 m2
27,5
7
28
59
120
2 m2
27,2
6,7
28
58
145
3 m2
27,3
7
28
53
137
Kelompok 2
1 m2
26,1
6,2
27
59
385
2 m2
25,9
6,36
27
67
499
3 m2
24,6
6,33
28
70
520
Kelompok 3
1 m2
26,2
7,05
27
49
430
2 m2
26,2
7,05
27
49
370
3 m2
26,2
7,05
27
49
340
Kelompok 4
1 m2
26,8
5,8
29
56
420
2 m2
26,8
5,8
29
56
420
3 m2
26,8
5,8
29
56
420
Rata-rata
26,5
6,5
27,8
56,75
350,5
Jumlah keseluruhan
24m2
636
152,74
659
1235,5
7845
Rata-rata keseluruhan
6 m2
26,5
6,36
27,46
51,48
326,875

Table 4. Densitas relative dan frekuensi relatif
No plot
Nama spesies
Densitas relative
Frekuensi relative
Dominasi relative
terdedah
Ternaung
terdedah
Ternaung
terdedah
Ternaung
Terdedah
Ternaung
1 m2
Jungut Pahit
Jungut Pahit
93,7
87,26
100
100
83,33
79,11
Tapak Liman
Tapak Liman
2,47
1,44
100
100
13,61
7,82
Rumput B
Lalat
0,25
0,11
100
100
0,04
0,4
Rumput C
Semut Hitam
1,88
2,16
100
100
0,33
0,39
Rumput D
Semut Kecil
0,06
4,65
100
100
0,01
8,43
Rumput E
Semut Besar
0,03
0,11
100
100
0,005
0,2
Lalat
Semut Merah
0,15
1,89
100
100
0,54
0,34
Belalang
Binatang A
0,03
0,038
100
100
0,005
0,007
Semut Hitam
Nyamuk
0,28
1,85
100
100
0,04
6,72
Semut Besar
Cacing
0,09
0,08
100
100
0,16
0,41
Semut Merah
Tomcat
0,4
0,08
100
100
0,07
0,14
Binatang A
Kaki seribu
0,03
0,04
100
100
0,005
0,7
Nyamuk
Rayap
0,3
0,04
100
100
0,12
0,007
Cacing
Putri malu
0,22
0,08
100
100
1,15
0,7
Tomcat
Jamur
0,03
0,19
100
100
0,38
0,7
Kaki seribu

0,03

100

0,54

Laba-Laba

0,03

100

0,005

2 m2
Jungut Pahit
Jungut Pahit
110,56
91,28
100
100
84,87
71,44
Tapak Liman
Tapak Liman
2,76
1,33
100
100
12,7
6,24
Rumput B
Lalat
0,28
0,096
100
100
0,04
3,13
Rumput C
Semut Hitam
1,9
1,48
100
100
0,3
0,23
Rumput D
Semut Kecil
0,03
2,37
100
100
0,005
3,7
Rumput E
Semut Besar
0,03
0,06
100
100
0,005
0,09
Lalat
Semut Merah
0,17
0,96
100
100
0,33
0,15
Belalang
Binatang A
0,017
0,02
100
100
0,002
0,0038
Semut Hitam
Nyamuk
0,35
2,098
100
100
0,05
16,42
Semut Kecil
Cacing
0,09
0,096
66,67
100
0,13
0,45
Semut Besar
Tomcat
0,09
0,04
100
100
0,13
0,06
Semut Merah
Kaki seribu
0,38
0,02
100
100
0,059
0,3
Binatang A
Rayap
0,02
0,02
100
100
0,002
0,003
Nyamuk
Putri malu
0,26
0,04
100
100
0,08
0,3
Cacing
Jamur
0,16
0,096
100
100
0,72
0,3
Tomcat

0,02

100

0,002

Kaki seribu

0,02

100

0,27

Laba-Laba

0,02

100

0,002

Lalat hijau

0,02

66,67

0,002

3 m2
Jungut Pahit
Jungut Pahit
95,34
89,26
100
100
87,86
78,6
Tapak Liman
Tapak Liman
1,81
2,19
100
100
10,02
11,55
Rumput B
Lalat
0,15
0,10
100
100
0,002
0,37
Rumput C
Semut Hitam
1,56
1,32
100
100
0,29
0,23
Rumput D
Semut Kecil
0,02
4,06
100
100
0,0035
7,15
Rumput E
Semut Besar
0,02
0,04
100
100
0,0035
0,079
Lalat
Semut Merah
0,16
0,82
100
100
0,59
0,14
Belalang
Binatang A
0,009
0,015
100
100
0,002
0,005
Semut Hitam
Nyamuk
0,22
1,95
100
100
0,04
0,7
Semut Kecil
Cacing
0,11
0,07
66,67
100
0,21
0,39
Semut Besar
Tomcat
0,06
0,03
100
100
0,105
0,05
Semut Merah
Kaki seribu
0,21
0,015
100
100
0,038
0,3
Binatang A
Rayap
0,009
0,015
100
100
0,0018
0,003
Nyamuk
Putri malu
0,19
0,03
100
100
0,07
0,3
Cacing
Jamur
0,09
0,07
100
100
0,5
0,3
Tomcat

0,009

100

0,017

Kaki seribu

0,009

100

0,17

Laba-Laba

0,009

100

0,017

Lalat hijau

0,009

66,67

0,03



Pembahasan 

Pada percobaan kali ini melakukan pengamatan mengenai ekologi. Lokasi yang diamati ada dua yaitu pada tempat terdedah dan tempat ternaung. Tempat terdedah merupakan daerah terbuka atau langsung terkena sinar matahari dan tidak ternaungi oleh apapun,sedangkan ternaung merupakan daerah dimana daerah tersebut dilindungi oleh suatu ternaungi oleh sesuatu.

Untuk melakukan pengamatan ini,langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan menyiapkan alat dan bahan diantaranya thermometer,luxmeter,tali rafia,pH meter,dan hygrometer. Kemudian menentukan lokasi di lapangan praktikum yaitu yang terdedah dan ternaung. Mula-mula mencari tempat atau daerah terdedah yang langsung terkena cahaya matahari. Setelah ditentukan kemudian membuat satu garis transek membelah area praktikum lalu membuat plot 1 m2 berselang-seling pada transek. Langkah selanjutnya yaitu mencatat jumlah individu dan spesies tumbuhan dan hewan dalam plot lalu menambahkan luas plot menjadi 2 m2 kemudian 3 m2 ,setelah itu mengcatat kembali jumlah jumlah individu dan spesies tumbuhan dan hewan dalam plot. Kemudian mengukur suhu,kelembaban,pH tanah, dan intensitas cahaya dengan alat yang telah disediakan. Langkah terakhir yaitu memasukkan semua data kelompok dan kelas dalam satu table dan melakukan perhitungan terhadap data yang didapatkan. Untuk daerah ternaung melakukan langkah-langkah yang sama dengan daerah terdedah. Pada pengamatan yang telah dilakukan didapatkan hasil pada transek 1 m2 di daerah terdedah yaitu 3036 rumput jungut pahit,80 tapak liman,8 rumput B,61 Rumput C,2 rumput D,1 rumput E,5 ekor lalat,1 ekor belalang,9 ekor semut hitam,3 ekor semut besar,3 ekor semut merah,1 ekor binatang A,10 ekor nyamuk,7 ekor cacing,1 ekor tomcat,1 ekor kaki seribu,dan 1 ekor laba-laba. Pada transek 2 m2 di temukan 6376 rumput jungut pahit,159 tapak liman,16 rumput B,110 Rumput C,2 rumput D,2 rumput E,10 ekor lalat,1 ekor belalang,20 ekor semut hitam,5 ekor semut kecil,5 ekor semut besar,22 ekor semut merah,1 ekor binatang A,15 ekor nyamuk,9 ekor cacing,1 ekor tomcat,1 ekor kaki seribu,1 ekor laba-laba dan 1 ekor lalat hijau. Pada transek 3 m2 ditemukan 10047 rumput jungut pahit,191 tapak liman,16 rumput B,164 Rumput C,2 rumput D,2 rumput E,17 ekor lalat,1 ekor belalang,23 ekor semut hitam,12 ekor semut kecil,6 ekor semut besar,22 ekor semut merah,1 ekor binatang A,20 ekor nyamuk,10 ekor cacing,1 ekor tomcat,1 ekor kaki seribu,1 ekor laba-laba dan 1 ekor lalat hijau. Sedangkan pada daerah ternaung pada transek 1 m2 ditemukan 2308 rumput jungut pahit,38 tapak liman,3 ekor lalat ,57 ekor semut hitam,123 ekor semut kecil, 3ekor semut besar,50 ekor semut merah,1 ekor binatang A,49 ekor nyamuk,2 ekor cacing,2 ekor tomcat,1 ekor kaki seribu,dan 1 ekor rayap,2 tumbuhan putri malu, dan 5 jamur. Pada transek 2 m2 4743 rumput jungut pahit,69 tapak liman,5 ekor lalat ,77 ekor semut hitam,123 ekor semut kecil, 3 ekor semut besar,50 ekor semut merah,1 ekor binatang A,109 ekor nyamuk,5 ekor cacing,2 ekor tomcat,1 ekor kaki seribu,dan 1 ekor rayap,2 tumbuhan putri malu, dan 5 jamur. Pada transek 3 m2 ditemukan 5999 rumput jungut pahit,147 tapak liman,7 ekor lalat ,89 ekor semut hitam,273 ekor semut kecil, 3 ekor semut besar,55 ekor semut merah,1 ekor binatang A,131 ekor nyamuk,5 ekor cacing,2 ekor tomcat,1 ekor kaki seribu,dan 1 ekor rayap,2 tumbuhan putri malu, dan 5 jamur.

Kemudian pada praktikum ini pun dilakukan pengamatan factor-faktor fisika-kimia dengan menggunakan beberapa alat antara lain Altimeter yang digunakan untuk mengukur suhu tanah dan juga pH tanah dengan cara menusukkan jarum pH meter kedalam tanah yang telah dicampur dengan air  dan hasil yang didapatkan dari rata-rata seluruh kelompok yaitu pada derah terdedah  suhu tanahnya 26,5 oC dan pada daerah ternaung 26,5 oC, pH tanah pada daerah terdedah 6,2 dan daerah ternaung 6,5. Kemudian selanjutnya dengan thermometer untuk mengukur suhu udara dengan menggantungkan tersebut diatas permukaan tanah,mengusahakan agar thermometer tersebut tidak sampai menyentuh tanah yang kita amati dan tidak menyentuh tangan,kemudian mengamati skala thermometer sampai skalanya konstan. Di dapatkan suhu udara pada daerah terdedah sebesar 29,3 oC dan daerah ternaung 27,8 oC. Kemudian percobaan yang selanjutnya  yaitu mengukur kelembapan udara menggunakan hygrometer dengan cara memasukkan hygrometer kedalam tanah sekitar 5 cm kemudian mengamati skla pada hygrometer sampai konstan dan diidapatkan hasil yaitu pada daerah terdedah sebesar 46,2 mmHg sedangkan pada daerah ternaung sebesar 56,75 mmHg. Selanjutnya mengukur intensitas cahaya menggunakan luxmeter yaitu dengan cara meletakkan luxmeter diatas permukaan tanah dan menunggu sampai skalanya konstan,intensitas yang didapatkan pada percobaan ini yaitu  pada daerah terdedah sebesar 303,25 dan pada daerah ternaung 350,5. 

Dari hasil yang didapatkan terdapat perbedaan antara factor fisika-kimia pada daerah terdedah dan ternaung. Pada daerah terdedah rata-rata pH tanah,kelembapan udara,dan intensitas cahaya lebih rendah dibandingkan dengan daerah terdedah,begitu juga dengan daerah terdedah sedangkan untuk suhu udara pada daerah terdedah lebih tinggi dibandingkan dengan daerah ternaung,hal ini terjadi karena pada daerah terdedah mendapat sinar matahari secara langsung. Namun berbeda dengan suhu udara yang didapatkan pada daerah terdedah maupun ternaung memiliki suhu tanah yang sama yaitu 26,5,hal ini dapat mungkin disebabkan karena daerah ternaung yang dijadikan penelitian dibawah pohon jadi kemungkinan besar cahaya menembus sela-sela daun sehingga sampai ke tanah,kemungkinan yang kedua yaitu jarak antara daerah ternaung dengan daerah yang terkena sinar matahari tidak terlalu jauh sehinga dapat memungkinkan cahaya merambat dari daerah terdedah ke daerah ternaung sehingga hal tersebut yang menyebabkan suhu tanah dijedua daerah sama. Factor-faktor fisika-kimia pada daerah terdedah dan ternaung berbeda karena pada daerah tededah terkena sinar matahri secara langsung sedangkan pada daerah ternaung tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Populasi adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula.Jumlah dari suatu populasi tergantung pada pengaruh dua kekuatan dasar. Pertama adalah jumlah yang sesuai bagi populasi untuk hidup dengan kondisi yang ideal. Kedua adalah gabungan berbagai efek kondisi faktor lingkungan yang kurang ideal yang membatasi pertumbuhan. Faktor-faktor yang membatasi diantaranya ketersediaan jumlah makanan yang rendah, pemangsa, persaingan dengan mahkluk hidup sesama spesies atau spesies lainnya, iklim dan penyakit.. Sebuah komunitas adalah kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan. Semut, nyamuk, tapak liman, putri malu dan jakut pahit adalah beberapa populasi yang membentuk komunitas di dalam beberap plot. Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energy. Sebagian besar ekosistem memiliki suatu variasi produser, konsumer dan pengurai yang membentuk sebuah rantai makanan yang saling tumpang tindih yang dinamakan jaringan makanan. Produser adalah tumbuhan hijau,yang mampu membuat makanan dari senyawa-senyawa anorganik sederhana. konsumer adalah berbagai spesies hewan yang memakan organisme hidup dan saprotag seperti berbagai spesies pengurai yang memakan bahan organic mati. Interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua tau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Habitat adalah tempat organisme itu berada,atau dengan kata lain sebagai alamat oarganisme itu di alam. Sedangkan relung tak lain adalah status atau peran dari suatu spesies di dalam habitat,komunitas atau ekosistemnya. Relung tergantung pada adaptasi structural,respon fisiologis,dan perilaku organisme yang bersangkutan. Relung mencakup semua factor kimia,fisika,fisiologis,dan biotik yang diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme yang bersangkutan.

Setelah mengetahui semua spesies dan individu maka dilakukan perhitungan untuk mencari densitas relative,frekuensi relative,dominasi relative serta indeks nilai penting,dilkukukan dengan rumus :



Indeks nilai penting = Densitas relative + frekuensi relative + dominasi relative

Dari hasil perhitungan diperoleh densitas relative pada daerah terdedah 1 m2yaitu Jungut Pahit 93,7, Tapak Liman  2,47,Rumput B 0,25,Rumput C 1,88,Rumput D 0,06,Rumput E 0,03,Lalat 0,15,Belalang 0,03,Semut Hitam 0,28,Semut Besar 0,09,Semut Merah 0,4,Binatang A 0,03,Nyamuk 0,3,Cacing 0,22,Tomcat 0,03,Kaki seribu 0,03, dan Laba-laba 0,03. Dari hasil tersebut dapat diketahui individu yang memiliki densitas relative tinggi yaitu rumput jungut pahit dan yang terendah yaitu rumput E,binatang A,belalang,tomcat,kaki seribu dan laba-laba. Pada transek 2 m2 perhitunga yang diperoleh yaitu Jungut Pahit 110,56,Tapak Liman  2,76,Rumput B 0,28,Rumput C 1,9, Rumput D 0,03, Rumput E 0,03,Lalat 0,17,Belalang 0,017,Semut Hitam 0,35,Semut kecil 0,087,Semut Besar 0,087,Semut Merah 0,38,Binatang A 0,017,Nyamuk 0,26,Cacing 0,16,Tomcat 0,017,Kaki serib0,017,Laba-laba 0,017,dan Lalat hijau 0,017. Pada transek 3 m2 perhitungan yang diperoleh yaitu  Jungut Pahit 95,34,Tapak 1,81,Rumput B 0,15,Rumput C 1,56,Rumput D 0,019,Rumput E 0,019,Lalat 0,16, Belalang 0,009,Semut Hitam 0,22,Semut kecil 0,11,Semut Besar 0,057,Semut Merah 0,21,Binatang A 0,009,Nyamuk 0,19,Cacing 0,09,Tomcat 0,009,Kaki seribu 0,00949,Laba-laba 0,009, dan Lalat hijau0,009.Dari hasil tersebut dapat diketahui pada transek 2 m2 dan 3 m2individu yang memiliki densitas relative tinggi sama,yaitu rumput jungut pahit dan yang terendah yaitubelalang,binatang A,tomcat,kaki seribu laba-laba dan lalat hijau.
Pada daerah ternaung individu yang memiliki densitas relative tinggi dan yang terendah antara transek 1 m2,2 m2 dan 3 m2  sama. Individu frekuensi relative tertinggi yaitu jungut pahit dengan hasil perhitungan berturut-turut 87.26, 91.28, dan 89.26. dan yang memiliki frekuensi relative terendah yaitu binatang A,kaki seribu dan rayap dengan hasil perhitungannya berturut-turut yaitu 0.038,0.019,dan 0.015.
Untuk perhitungan frekuensi relative didapatkan data yaitu dari setiap plot rata-rata terdapat spesies-spesies yang sama yang ditemukan terkecuali pada semut kecil dan lalat hijau yang hanya ditemukan di plot 2 dan plot 3 yang memiliki frekuensi relative 66,67. Hal ini berarti dalam satu komunitas terdapat berbagai spesies yang tersebar merata.
Pada perhitungan dominasi relative didapatkan data pada daerah terdedah individu yang memiliki jumlah dominasi relative tertinggi pada plot 1 yaitu rumput jungut pahit sebesar 83,33 dan yang terendah yaitu rumput E,binatang A,belalang dan laba-labayaitu sebesar 0,005 danPada daerah ternaung individu yang memiliki dominasi relative tinggi dan yang terendah antara transek 1 m2,2 m2 dan 3 m2  sama. Individu dominasi relative tertinggi yaitu jungut pahit dengan hasil perhitungan berturut-turut 79.11, 84,87 dan 71.44. dan yang memiliki dominasi relative terendah pada plot 1 yaitu belalang dan rayap sebesar 0,007,pada plot 2 belalang dan binatang A sebesar 0,002 sedangkan pada plot 3 yang memiliki dominasi relative rendah yaitu bintang A sebesar 0,003.
Sehingga indeks nilai penting yang diperoleh dari penjumlahan densitas,frekuensi dan dominasi relative didapatkan data yaitu individu yang menempati sebagian besar daerah penelitian pada daerah terdedah maupung ternaung jumlah individu terbesar yaitu rumput jungut pahit,individu jumlahnya sedang yaitu rumput tapak liman,rumput B,rumput C,rumpu D,lalat,semut besar,semut hitam,semut merah,nyamuk,cacing dan kaki seribu. Sedangkan individu yang menempati area basal dan jumlahnya yang relative sedikit yaitu rumput E,belalang,binatang A,rayap,laba-laba,tomcat,semut kecil dan lalat hujau.

Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah :

  1. Ekologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari hubungan timbal balik dengan antara makhluk hidup dengan lingkungannya,dalam hal ini ekologi mencakup keseluruhan ekosistem,komunitas dan relung 
  2. Organisme penghuni penyusun daerah terdedah lebih banyak daripada daerah ternaung 
  3.  Daerah terdedah adalah daerah yang terkena atau terpapar sinar matahari secara langsung 
  4.  Daerah ternaung merupakan daerah yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung 
  5.  Terdapat bebrapa factor fisika-kimia yang berperan dalan proses ekologi yaitu pH tanah,suhu tanah,suhu udara,kelembapan tanah dan intensitas cahaya 
  6.  Organisme yang terdapat pada daerah penelitian yaitu rumput jungut pahit,rumput tapak liman,rumput B,rumput C,rumput D,lalat,semut besar,semut hitam,semut merah,nyamuk,cacing,kaki seribu,rumput E,belalang,binatang A,rayap,laba-laba,tomcat,semut kecil dan lalat hujau. 
  7.  Sekumpulan individu terbentuk populasi kemudian terbentuk komunitas lalu sebuah ekosistem,didalam ekosistem terdapat produser,konsumer yang menyebabkan terjadinya interaksi,adaptasi.   
  8. Habitat adalah tempat organisme itu berada,atau dengan kata lain sebagai alamat oarganisme itu di alam. Sedangkan relung tak lain adalah status atau peran dari suatu spesies di dalam habitat,komunitas atau ekosistemnya. 
  9. Dari perhitungan akumulasi antara densitas,dominasi dan frekuensi relative didapatkan jumlah individu terbesar pada daerah penelitian yaitu rumput jungut pahit,individu jumlahnya sedang yaitu rumput tapak liman,rumput B,rumput C,rumpu D,lalat,semut besar,semut hitam,semut merah,nyamuk,cacing dan kaki seribu. Sedangkan individu yang menempati area basal dan jumlahnya yang relative sedikit yaitu rumput E,belalang,binatang A,rayap,laba-laba,tomcat,semut kecil dan lalat hujau.
untuk mengetahui cara PERHITUNGAN hasil pemangatan silahkan download di SINI



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »