Laporan Praktikum Biologi tentang Genetika Persilangan Monohibrid dan Dihibrid

GENETIKA
(PERSILANGAN MONOHIBRID DAN DIHIBRID)
Tujuan :
  1. Mengetahui hasil persilangan monohibrid
  2. Mengetahui hasil persilangan dihibrid
Dasar teori :
Genetika adalah cabang biologi tentang sifat-sifat yang menurun (hereditas) dan variasinya.Unit-unit hereditas yang dipindahkan dari satu generasi berikutnya disebut gen. Gen-gen itu berada didalam sesuatu molekul panjang yang disebut DNA ( WD Stansfield,1992:3).

Persilangan monohibrida adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda sedangkan Persilangan dihibrida merupakan perkawinan dua individu dengan dua sifat atau tanda beda.(http://shaylife.blogspot.com/2011/03/persilangan-monohibrida-dihibrida.html)

Genotip adalah sifat yang tidak tampak dari luar. Setiap sifat dikendalikan oleh sepasang gen. Oleh karena itu genotip disimbolkan dengan sepasang huruf.(http://matakristal.com/genotip-dan-fenotip/)sedangkan Fenotip dapat dikatakan sebagai setiap karakteristik atau ciri yang dapat diukur atau sifat yang nyata yang dipunyai oleh organisme ( WD Stansfield,1991:19).

Hukum Mendel I yaitu Pemisahan gen sealel, dalam bahasa inggris disebut segregation of allelic genes, peristiwa pemisahan alel ini terlihat ketika pembuatan gamet individu yang memiliki genotip heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel itu. Sedangkan Hukum II Mendel(Hukum pengelompokkan gen secara bebas atau asortasi) yaitu pada pembentukkan sel kelamin (gamet), alel mengadakan kombinasi secara bebas sehingga sifat yang muncul dalam keturunannya beraneka ragam. Hukum ini berlaku untuk persilangan dengan dua sifat beda (dihibrid) atau lebih (polihibrid)(http://pengetahuan-olandsky.blogspot.com/2013/04/bunyi-hukum-mendel-i-dan-ii.html).

Hukum mendel I pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan alel secara bebas dari diploid menjadi haploid. Hukum mendel II pada waktu pembentukan gamet masing-masing elel yang sudah memisah dapat bergabung secara bebas atau dengan rumus 2n  (banyaknya alel yang heterozigot) ( Tim erlangga Fokus SMA,2014).

Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :
A.Persilangan monohybrid dominan dan intermedian
  1. Menyediakan 100 butir model gen
  2. Memisahkan masing-masing 50 butir gen merah (M) dan 50 butir gen putih (m).
  3. Memasukkan masing-masing 25 butir model M dan m ke dalam kantong jas lap kanan dan kiri. Genotip Mn pada monohibrid dominan berarti fenotipnya merah sedangkan genotip Mn pada monohibrid intermedian berarti merah muda.
  4. Mengkocok masing-masing kantong sampai isinya membaur merata.
  5. Dengan tanpa melihat mengambil (tanpa pengembalian) masing-masing satu model gen dari setiap kantong lalu memasangkan.
  6. Melakukan kegiatan ini secara berulang sehingga model gen dalam kantong habis
  7. Memasukkan hasil pengamatan dalam table hasil pengamatan
  8. Menggabungkan hasil pengamatan praktikan dengan data kelompok lainnya.
B.Persilangan dihibrid
  1. Menyediakan 192 butir model gen
  2. Memisahkan masing-masing 48 butir gen M (merah),48 butir gen m (putih),48 butir gen C (bulat),dan 48 butir gen c (kisut).
  3. Setiap 48 butir model gen,masing-masing membagi menjadi dua kelompok,sehingga masing ada 24 genotip
  4. Menggabungkan model gen sebayak 12 pasang dengan model gen yang berbeda.
  5. Mengkocok masing-masing kantong sampai isinya berbaur merata
  6. Dengan tanpa melihat,mengambil (tanpa pengembalian) masing-masing dua model gen dari setiap kantong lalu memasangkan
  7. Melakukan kegiatan ini secara berulang sehingga model gen dalam kantong habis
  8. Memasukkan hasil pengamatan kedalam table hasil pengamatan dan mengggabungkan dengan hasil pengamatan kelompok lain
Tabel Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatan persilangan monohibrid dominan

Genotip
Kelompok
Jumlah
1
2
3
4
MM
14
13
13
15
150
Mn
23
24
24
24
mm
13
13
13
11
50
Jumlah
200




Tabel hasil pengamatan persilangan monohibrid intermedian
 
Genotip
Kelompok
Jumlah
1
2
3
4
MM
14
10
13
15
52
Mn
23
30
24
20
97
Mm
13
10
13
15
51
Jumlah
200

 Tabel hasil pengamatan persilangan dihibrid
 
Genotip
Kelompok
Jumlah
1
2
3
4
M_C_
28
26
28
26
108
36
M_cc
8
10
9
9
mmCC
9
10
7
7
33
Mmcc
3
2
4
6
15
Jumlah
192
 

Pembahasan
Dari data tabel hasil percobaan tersebut praktikan dapat melakukan perhitungan yang bertujuan untuk memperoleh perbandingan dan penyilangan untuk mengetahui jumlah genotip dan fenotip yang terbentuk.perbandingan dapat diperoleh dengan cara perhitungan yaitu jumlah sifat gen yang akan dicari (n) bagi dengan jumlah keseluruhan dan dikalikan dengan banyaknya model gen yang dicampurkan. Untuk persilangan monohidrid setiap kantong terdapat 2 sifat beda sehingga dijumlahkan 4 dan untuk dihibrid setiap kantong terdapat 8 sifat beda sehingga dijumlahkan 16. Jadi untuk persilangan monohybrid dapat dicari dengan rumus  x  = n/ jumlah keseluruhan x 4, sedangkan Untuk persilangan monohybrid dapat dicari dengan rumus  x = n/ jumlah keseluruhan x 16.


A. Untuk persilangan monohibrid dominan diperoleh:
  1. Untuk MM,mn 150/200 x 4 = 3
  2. Untuk mm 50/200 x 4 = 1
B. Untuk persilangan monohybrid intermedian diperoleh :
  1. Untuk MM  52/200 x 4 = 1,04
  2. Untuk Mm 97/200 x 4 = 1,94
  3. Untuk mm 51/200 x 4 = 1,02
C. Untuk persilangan dihibrid diperoleh :
  1. Untuk M_C_  108/192 x 16 = 9
  2. Untuk M_cc  36/192 x 16 = 3
  3. Untuk mmC_ 33 /192 x 16 = 2,75
  4. Untuk mmcc ,15/192 x 16 = 1,25
A. Hasil persilangan monohybrid dominan
Genotip induk  : M         ><       m
Fenotip               : Merah                   Putih
Gamet              : M                               m
Generasi F1     : Mm          ><      Mm
Fenotip             : Merah                 Merah
Genotip            : M, m                    M, m
Generasi F2     : MM, Mm, Mm, mm
Fenotip F2       : Merah, merah, merah, putih

B. Hasil persilangan monohybrid intermedian
Genotip induk  : M           ><     m
Fenotip               : Merah                   Putih
Gamet                 : M                               m
Generasi F1     : Mm        ><     Mm
Fenotip             : Merah                 Merah
Genotip            : M, m                    M, m
Generasi F2     : MM, Mm, Mm, mm
Fenotip F2       :Merah, merah muda, merah muda, putih

C. Hasil persilangan dihibrid
Genotip induk  : MMCC      ><       mmcc
Fenotip             :Merah bulat Putih kisut
Gamet              : MC                mc
Generasi F1     : MmCc         ><    MmCc
Fenotip             :Merah bulat  Merah bulat
Gamet             :MC, Mc, mC, mc,MC, Mc, mC, mc
Generasi F2   :
MMCC, MMCc, MmCC,MmCc,
MMCc, MMcc, MmCc, Mmcc, MmCc,
MmCc, mmCc, mmCc, MmCc, Mmcc,
mmCc, mmcc
Fenotip F2       : Merah bulat, merah kisut, putih bulat, putih kisut

Dari tabel hasil pengamatan persilangan monohibrid dominan,didapatkan hasil 150 pasang dengan genotip MM,Mm dan fenotipnya merah,50 pasang dengan genotip mm dan fenotipnya putih. Pada perhitungan didapatkan perbandingan  fenotipnyayaitu 3 MM,Mn(merah) : 1 mm(putih).Dari data yang telah diperoleh diketahui bahwa perbandingan tersebut (monohybrid dominan) sifat merah menutupi pembawa sifat putih. Dimana gen dominan akan mengalahkan gen resesif. Hasil percobana ini sesuai dengan referensi yaitu pada teori hukum mendel I.

Selanjutnya yaitu hasil tabel pengamatan persilangan monohibrid intermediandengan jumlah dan model gen yang sama dengan persilangan monohibrid dominan didapatkan hasil  52 pasang model gen dengan genotip MM dan fenotipnya merah,97 pasang model gen dengan genotip Mm dan fenotipnya merah muda,dan 51 pasang model gen dengan genotip mm dan fenotipnya putih. Didapatkan hasil perbandingan dari pembulatan perhitungan yaitu 1MM(merah): 2 Mn(merah muda) : 1 mm(putih). Pada persilangan monohybrid intermedian akan didapatkan perbandingan fenotip merah : merah muda : putih yang sesuai dengan hukum mendel bahwa sifat gen merah tidak mendominasi sifat gen putih,tetapi muncul model gen baru yang merupakan gen hasil dari peralihan kedua gen tersebut yaitu gen merah muda. Ini menunjukkan bahwa kedua induknya mengambil peranan yang sama dalam menentukan sifat keturunan.

Pada percobaan ketiga yaitu persilangan dihibrid,dari persilangan tersebut didapatkan hasil 144 pasang model gen dengan genotip M_C_, M_cc dan fenotipnya merah bulat,33 pasang model gen dengan genotip mmCC dan fenotipnya putih bulat, dan 15 pasang model gen  dengan genotip mmcc dan fenotipnya putih kisut. Dengan ketentuan M domain terhadap m,dan C dominan terhadap c maka dari hasil persilangan tersebut diperoleh hasil perbandingan 9 : 3 : 3 : 1.Pada persilangan dihibrid pada percobaan ini sesuai dengan hukum mendel II karena jika dijumlahkan perbandingan genotif hasilnya sama dengan jumlah perbandingan secara teori yaitu 9 : 3 : 3 : 1.

Persilangan monohibrid adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda. Pada praktikum ini,praktikan menyilangkan satu sifat beda yaitu warna merah(M) dan putih(m). Mendel melakukan persilangan monohibrid atau persilangan satu sifat beda, dengan tujuan mengetahui pola pewarisan sifat dari tetua kepada generasi berikutnya. Persilangan monohibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2, persilangan dengan satu sifat beda akan menghasilkan perbandingan fenotip keturunan F2 3:: 1. Namun kadang-kadang individu hasil perkawinan tidak didominasi oleh salah satu induknya. Dengan kata lain, sifat dominasi tidak muncul secara penuh. Peristiwa ini menunjukkan adanya sifat intermediet yaitu dengan perbandingan1 : 2 : 1.Persilangan dihibrid merupakan perkawinan dua individu dengan dua sifat beda. Pada praktikum ini praktikan menyilangkan sifat beda antara  warna bunga dan bentuk buahnya yaitu M(merah)m(putih) >< C(bulat)c(kisut). Persilangan dihibrid merupakan bukti berlakunya hukum Mendel II berupa pengelompokkan gen secara bebas saat pembentukkan gamet. Persilangan dihibrid yang menghasilkan keturunan dengan perbandingan F2, yaitu 9 : 3 : 3 : 1.

Dalam melakukan percobaan ini,praktikan berpedoman pada teori hukum mendel I dan hukum mendel II. Hukum mendel I menyatakan adanya pemisahan bebas antara dua anggota dari sebuah pasangan gen atau alel dalam pembentukan gamet. Sebagian dari gamet mebawa satu alel dan sebagian lagi membawa alel yang lain. Dengan demikian satu gamet membawa hanya satu alel dari setiap lokus lain. Hukum mendel I gen dominan akan mempengaruhi aksi dari gen resesif. Hukum ini berlaku untuk persilangan monohybrid( satu sifat beda).Sedangkan Hukum Mendel II (Hukum Asortasi Bebas) menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda tidak saling mempengaruhi.Hukum ini berlaku untuk persilangan dihibrid(dua sifat beda) atau lebih.
Genotip adalah sifat yang tidak tampak dari luar. Setiap sifat dikendalikan oleh sepasang gen. Oleh karena itu genotip disimbolkan dengan sepasang huruf-huruf (Kapital= Dominan, Huruf kecil = resesif). Didapatkan pada hasil percobaan pada persilangan monohybrid yaitu genotip untuk persilangan Mn >< Mn yaitu MM,Mn dan ,mm. dan pada persilangan dihibrid didapatkan genotipnya yaitu MMCC,MmCC,MMCc,MmCc,mmCC,Mncc,mmCc,MMcc dan mmcc. Sedangkan fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra, misalnya warna bunga merah, bentuk buah,rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan factor lingkungan. Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip sama. Pada data hasil percobaan sifat fenotip yang dapat dilihat yaitu pada persilangan monohibrid dominan yaitu merah dan putih,pada persilangan monohybrid intermedian yaitu merah,merah muda dan putih,sedangkan pada persilangan dihibrid  sifat yang dapat dilihat yaitu tanaman yang dengan bunga warna merah berbuah bulat, warna putih berbuah bulat,warna merah berbuah kisut dan warna putih berbuah kisut. Sifat-sifat tersebut nampak dan dapat kita amati secara langsung.

Kesimpulan
  1. Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk ke keturunannya
  2. Persilangan monohibrid adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda
  3. Persilangan dihibrid merupakan perkawinan dua individu dengan dua sifat beda
  4. Pada persilangan monohybrid dominan diperoleh perbandingan F2 3:1,monohybrid intermedian 1:2:1 dan dihibrid 9:3:3:1.
  5. Hukum mendel I menyatakan adanya pemisahan bebas antara dua anggota dari sebuah pasangan gen atau alel dalam pembentukan gamet
  6. Hukum Mendel II (Hukum Asortasi Bebas) menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada pasangan sifat yang lain
  7. Genotip adalah sifat yang tidak tampak dari luar dan fenotip adalah sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca indra.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »