Laporan Praktikum Biologi tentang Metabolisme (Respirasi) pada Tumbuhan



METABOLISME ( RESPIRASI )



Tujuan :

  1.  Mengetahui proses respirasi yang terjadi pada tumbuhan

Dasar teori :
Respirasi atau oksidasi glukosa merupakan sumber energy yang utama untuk kebanyakan sel. Pada proses ini,glukosa akan dipecah melalui reaksi enzimatis,sehingga sejumlah energi akan dibebaskan dan disimpan dalam bentuk ikatan posfat bertenaga tinggi (ATP), dan sebagian lagi hilang sebagai panas. Respirasi dibedakan menjadi respirasi aerob yaitu proses penggunaan oksigen bebas oleh organisme sebagai oksidator terakhir,dan respirasi anaerob yaitu penggunaan oksigen yang berasal dari penguraian suatu substrat karena oksigen bebas tidak tersedia (Arwin achmad dan Pramudiyanti,2014).

Katabolisme adalah reaksi pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa organic yang lebih sederhana dan menghasilkan energy.Salah satu reaksi katabolisme adalah respirasi yang dapat dibedakan menjadi respirasi aerob dan anaerob. Reaksi umum pada respirasi aerob adalah :
------>C6H126O2                6CO2 + 6H2O + Energi (ATP)

Reaksi respirasi sebenarnya terdiri lebih dari 10 rangkaian reaksi yang dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap yaitu glikolisis,siklus krebs,dan system transport electron. Antara glikolisis dan siklus krebs terdapat rekasi antara yang disebut dekarboksilasi oksidatif. Jika tidak tersedia oksigen, akan terjadi respirasi anaerob yaitu fermentasi alcohol dan fermentasi asam laktat ( Tim Erlangga Fokus SMA,2014 ). 

Respirasi dibedakan menjadi respirasi aerob dan anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob merupakan respirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi. Proses transpor gas-gas secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Respirasi sel berlangsung dalam 4 tahap yaitu: glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus rebs, dan transport elektron. Dari ke-4 tahap respirasi teresebut, hanya glikolisis yaitu pemecahan glukosa menjadi asam piruvat yang berlangsung secara anaerob.(http://www.slideshare.net/bellakriwangko/laporan-praktikum-sistem-respirasi)
1.Substrat
2.Temperatur
3.Oksigen
http://zonabawah.blogspot.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_5880.html

Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :

  1. Menyiapkan alat dan bahan ( kecambah,tabung erlen meyer, Kristal KOH, vaselin,tabung respirometer,kain kasa,tisu,larutan eosin dan pipet tetes). 
  2.  Membungkus Kristal KOH dengan kain kain kasa dan memasukkan kedalam tabung respirometer 
  3. Memasukkan kecambah kedalam tabung respirometer 
  4.  Menutup respirometer dan mengolesi vaselin antara tabung dan tutup respirometer 
  5.  Meneteskan eosin pada ujung pipa respirometer dengan menggunakan pipet tetes secukupnya tepat sampai di angka nol 
  6.  Mengukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch selama 2 menit pertama hingga 2 menit ketiga 
  7.  Mencatat hasil pengamatan pada table hasil pengamatan.


Tabel Hasil Pengamatan
 Tabel hasil pengamatan respirasi
No
Sample
Waktu
Rata-rata
(ml)
2 menit (ml)
2 menit
(ml)
2 menit
(ml)
1.
Kecambah
0,225
0,36
0,485
0.36
2.
Biji Kacang Hijau
0,32
0,58
0,75
0.55

Pembahasan            
Pada praktikum kali ini membahas mengenai proses respirasi pada kekecambah dan biji kacang hijau. Bahan yang digunakan ialah,kecambah,biji kacang hijau,tabung erlen meyer, Kristal KOH, vaselin,tabung respirometer,kain kasa,tisu,larutan eosindan pipet tetes. Langkah pertama yang dilakukan praktikan yaitu membungkus Kristal KOH dengan  kain kasa dan memasukkan kedalam tabung respirometer kemudian memasukkan kecambah kedalam tabung respirometer setelah itu menutup respirometer dan mengolesi vaselin antara tabung dan tutup respirometer agar tidak ada udara yang dapat masuk ataupun keluar,lalu meneteskan eosin pada ujung pipa respirometer dengan menggunakan pipet tetes secukupnya tepat sampai di angka nol langkah terakhir yaitu mengukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch selama 2 menit pertama hingga 2 menit ketiga.

Pada praktikum yang telah dilakukan mengenai proses respirasi pada kecambah dan biji kacang hijau di dapatkan datapada sample kecambah,oksigen yang dibutuhkan selama 2 menit pertama adalah 0,225 ml, 2 menit kedua sebesar 0,36 dan 2 menit terakhir yaitu 0,485 ml sehingga di dapatkan rata-rata oksigen yang dibutuhkan  kecambah pada percobaan ini setiap dua menitnya adalah 0,3567 ml. Sedangkan pada sample biji kacang hijau,oksigen yang dibutuhkan selama 2 menit pertama adalah 0,32 ml, 2 menit kedua sebesar 0,58 dan 2 menit terakhir yaitu 0,75 ml sehingga di dapatkan rata-rata oksigen yang dibutuhkan  kecambah pada percobaan ini setiap dua menitnya adalah 0,55 ml. Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa kecepatan respirasi yang terjadi pada buji kacang hijau lebih cepat dibandingkan dengan yang terjadi pada kecambah. Salah satu factor yang mempengaruhi kecepatan laju respirasi yaitu adanya kandungan subtract yang berupa karbohidrat (amilum,glukosa) yang terdapat pada tumbuhan terutama pada daun. Semakin besar subtrat yang terkandung pada tumbuhan maka proses respirasi akan lebih cepat. Namun hal itu berbeda dengan data hasil percobaan yang didapatkan,kecambah yang sudah mengalami pertumbuhan dan sudah memiliki daun seharusnya memiliki laju respirasi yang lebih cepat dibandingkan dengan biji kacang hujau yang belum memiliki struktur tumbuhan seperti daun. Hal itu mungkin disebabkan karena kecambah yang digunakan pada percobaan sudah sedikit layu,dan pada pinggir daun kecambah sudah sedikit kecoklatan sehingga menyebabkan kecambah kurang sempurna untuk mengikat oksigen. 

Kecambah dan kacang hijau melakukan pernapasan untuk mendapatkan energi yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen ( O2) sebagai bahan yang diserap atau diperlukan dan menghasilkan gas karbindioksida (CO2),air (H2O) dan sejumlah energi. Jadi respirasi adalah suatu proses pembebasan energy yang tersimpan dalam zat sumber energy melalui proses kimia dengan menggunakan energy. Dari respirasi akan dihasilkan energy kimia ATP ungtuk kegiatan kehidupan,seperti sentesis,gerak dan pertumbuhan. Pada dasarnya,proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energy yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi dewasa. Semakin besar suatu organisme,maka semakin besar pula kebutuhannya akan energy sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula. 

Reaksi yang terjadi pada percobaan respirasiyang telah dilakukan yaitu pada tabung respirometer terlihat eosin yang digunakam sebagai indicator oksigen yang di hirup oleh tumbuhan berjalan mendekati tabung respirometer.Berjalannya eosin mendekati tabung respirometer menandakan adanya reaksi respirasi yang dilakukan oleh kecambah ataupun kacang hijau. Kain kasa yang  berfungsi untuk membungkus Kristal KOH dan sebagai indicator adanya H2O (uap air) sebagai hasil dari proses respirasi yang ditandai dengan kapas menjadi basah setelah percobaan. Kristal KOH itu sendiri befungsi untuk mengikat CO2yang masuk.

Respirasi dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob dan anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob merupakan respirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi. Proses transpor gas-gas secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Respirasi sel berlangsung dalam 4 tahap yaitu: glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus rebs, dan transport elektron. Dari ke-4 tahap respirasi teresebut, hanya glikolisis yaitu pemecahan glukosa menjadi asam piruvat yang berlangsung secara anaerob.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi laju repirasi yaitu ketersediaan subtract,oksigen dan suhu. Respirasi bergantung pada tersedianya substrat,tumbuhan dengan kadungan subtract yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebaliknya jika subtract yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi,namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi,karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia diudara. Pengaruh factor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan factor Q10,dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 1000 C,namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies,tipe dan umur tumbuhan. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan tumbuhan yang tua.Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat dimbil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Respirasi adalah suatu proses pembebasan energy yang tersimpan dalam zat sumber energy melalui proses kimia dengan menggunakan energy 
  2. Proses respirasi pada kacang hijau lebih cepat dibandingkan dengan kecambah 
  3.  Respirasi dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob dan anaerob. 
  4.  Ada beberapa factor yang mempengaruhi laju repirasi yaitu ketersediaan subtract,oksigen dan suhu.

Laporan Praktikum Biologi Keanekaragaman dan Klasifikasi Tumbuhan



KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI


Tujuan :
  1. Untuk mengetahui ciri pokok dan klasifikasi tumbuhan Bryophyta,Pterydophyta,jamur oncom dan jamur tempe
Dasar teori :
Keanekaragaman hayati adalah keseluruhan genus,spesies,dan ekosistem di dalam suatu wilayah. Cara mempelajarinya yaitu dengan mengklasifikasikannya atau membentuk kelompok-kelompok dan memberi nama pada kelompok-kelompok tersebut. Kelompok atau unit yang terbentuk dalam mengklasifikasikan disebut takson. Tata nama yang di gunakan untuk mengklasifikasikan yang berlaku umum (internasional) disebut nama ganda atau biner atau binomial ( Tri jalmo dan Arwin Achmad,2002:35-36).
Nama ilmiah untuk makhluk hidup terdiri atas dua kata,yaitu nama genus dan nama spesies yang dibentuk dari bahasa latin atau yang dilatinkan. System penamaan ini disebut system binomial yang diciptakan oleh seorang Swedia bernama Karl Von Linne(Linnaeus) ( Mochammad Nasir,1994:99-100).
Hubungan kekrabatan antara satu spesies dengan spesies lainnya (filogeni) yang dinyatakan dengan banyak sedikitnya kesamaan morfologis,yang telah dijadikan salah satu dasar klasifikasi(Arwin Achmad dan Pramudiyanti,2012:35).
Takson dunia hewan akan dibagi menjadi,kingdom,filum,class,ordo,familia,genus dan species. Sedangkan takson  dunia tumbuhan dibagi menjadi kingdom,divisi,class,ordo,familia,genus, dan species (http://www.artikelbiologi.com/2012/03/klasifikasi-makhluk-hidup.html).

Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :
A.Tempe kedelai dan oncom
  1. Mempersiapkan alat dan bahan (tempe kedelai,oncom,mikroskop,gelas ukur,gelas benda,gelas penutup,pipet,petridish,jarum pentul,dan air)
  2. Mengambil sedikit miselium jamur tempe,lalu letakkan digelas benda
  3. Memberi sedikit air diatas gelas benda lalu aduk jamur tempe dengan jarum pentul sampai terlihat menyatu lalu menutup dengan gelas penutup
  4. Mengamati dibawah mikroskop lalu menggambar hasil pengamatan kemudian memberi keterangan serta klasifikasinya
  5.  Melakukan hal yang sama pada jamur oncom
B.Asplenidium nidus,Musci, dan Adiantum cuneatum
  1. Memperhatikan bagian tumbuhan secara menyeluruh
  2. Menggambar tumbuhan tersebut dengan memberi keterangan pada setiap bagian serta menulis klasifikasinya.
Tabel Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatanAsplenidium nidus,Musci,Adiantum cuneatum,jamur kedelai dan oncom
Gambar tangan
Gambar referensi
klasifikasi
Asplenium nidus (paku sarang burung)


      
                                     
Kingdom: Plantae
Divisi : Pteryodophyta
Kelas : Polypodiopsida
Ordo : Polypodiales
Family : Aspleniaceae
Genus : Asplenium
Spesies : Asplenium nidus
Musci (lumut daun)


Kingdom : Plantae
Divisio     :Bryophyta
Classis      : Musci
Ordo         : Bryales
Familia     : Politrichaceae
Genus       : Pogonatum
Species     : Pogonatum sp
Adiantum cuneatum (suplir)
Kingdom: Plantae
Divisi : Pteryodophyta
Kelas : Filicanea
Ordo : Eufilicales
Family : Polypodiaceae
Genus : Adiantum
Spesies:Adiantum cuneatum
Rhizhopus oryzae(jamur tempe)


Kingdom: Plantae
Divisi : Michopyta
Kelas : Phycomycetes
Ordo : Phycomyceae
Family : Mycoraceae
Genus : Rhizopus
Spesies: Rhizhopus oryzae
Neusspora crassa (jamur oncom)


Kingdom: Fungi
Filum  : ascomycora
Sub Filum: Pezizomycotina
Kelas: Ascomycetes
Ordo: Sordariales
Family: Sordariceae
Genus: Neurosspora
Spesies:Neusspora crassa

Pembahasan
Dari data diatas didapatkan hasil pengamatan pada percobaan pertama  pada tumbuhan Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) yaitu akarnya berbentuk serabut,daunnya melebar membentuk seperti sarang burung,terdapat tulang daun yang halus disebut sorus,dan juga terdapat spora dibagian pinggir daunnya. Paku Sarang Daun ini mudah dikenali karena tajuknya yang besar.Entalnya dapat mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm menyerupai daun pisang. Perurutan daun menyirip tunggal,warna helai daun hijau cerah dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung. Spora terletak disisi bawah helai pada urat-urat daun,dengan sorus tertutup semacam kantung memanjang. Paku sarang burung ini termasuk kedalam Kingdom plantae,divisi pteryodophyta,kelas polypodiopsida,ordo polypodiales,family aspleniaceae,genus asplenium dan spesies  Asplenium nidus.

Percobaan yang kedua yaitu pada Musci atau lumut daun didapatkan hasil bahwa lumut daun mempunyai daun-daun yang sempit pada sisi perut tulang daun.Kapsul spora tegak atau ada juga yang membujur.Lumut ini tidak berakar tetapi pada setiap pangkal batang terdapat rhizoid yang berupa filamen yang bersel banyak dan bercabang yang berfungsi sebagai akar sehingga lumut daun dikatakan belum memiliki akar sejati (tallus).Kapsul sporanya telah mencapai differensiasi yang paling mendalam.Sporangiumnya mempunyai tangkai yang elastis atau disebut juga seta.Tangkai dan kaki sporangium tertanam dalam tumbuhan gametofitnya.Pada ujung tangkai terdapat kapsul yang di bagian atasnya diselubungi oleh operculum yang bisa membuka atau menutup pada saat pengeluaran spora. Lumut daun termasuk klasifikasi pada kingdom plantae,divisio bryophyta,classis music,ordo bryales,familia politrichaceae, genus pogonatum, dan species pogonatum sp.

Percobaan yang selanjutnya yaitu pada Adiantum cuneatum (suplir),dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pada tumbuhan suplir terdapat spora yang terletak pada daun yang berupa bintil-bintil,daunnya berbentuk belah ketupat,dengan daun muda yang mengulung,sebagai ciri khas tumbuhan paku dan juga melindungi diri,karena daun muda tersebut masih rentan cahaya,batang suplir berbentuk seperti kawat yang kaku dan berwarna hitam. Mempunyai tudung akar dan perkembangbiakannya menggunakan spora.Suplir memiliki penampilan yang jelas berbeda dari jenis paku-pakuan lainnya. Daunnya tidak membentuk panjang,tetapi cenderung membulat,sorus merupakan kluster-kluster di sisi bawah daun pada bagian tepi. Spora terlindungi oleh sporangium yang dilindungi oleh insidium.Akarnya serabut dan tumbuh dari rhizoma. Suplir termasuk klasifikasi pada kingdom plantae,divisi pteryodophyta,kelas filicanea,ordo eufilicales,family polypodiaceae,genus adiantum,dan spesies adiantum cuneatum.

Percobaan yang keempat yaitu pada Rhizhopus oryzae,didapatkan hasil bahwa pada jamur tempe terdapat sporangiofor,sporangium,akar(rhizoid), dan pada samping-samping akar terdapat stolon yang berfungsi untuk memperbanyak diri pada jamur tempe tersebut. Rhizhopus oryzae merupakan jamur pada tempe yang dapat dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu mengahasilkan asam laktat..Rhizhopus oryzae mempunyai 3 tipe hifa yaitu stolon,rizoid dan sporangiofor,cara reproduksinya dengan sporan nonmotil yang dihasilkan oleh sporangium sedangkan seksual dengan konjugasi. Habitatnya di darat,di tanah yang lembab atau sisa organisme mati. Jamur tempe diklasifikasikan pada kingdom plantae,divisi michopyta,kelas phycomycetes,ordo phycomyceae,family mycoraceae,genus rhizopus, dan spesies Rhizhopus oryzae.

Percobaan yang terakhir yaitu pada Neusspora crassa,didapatkan hasil pada jamur oncom terlihat hifa,sporangiosphore,stolon,rhizoid atau akar tempat melekatnya substrat,sporangium dan juga kumpulan hifa-hifa yang terlihat indah tersusun biasa disebut miselium. Stolon pada jamur tersebut berfungsi menghubungkan antara satu hifa dengan hifa lainnya.Pertumbuhan jamur Neusspora crassa sangat cepat,warna jingga yang khas serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung merupakan ciri khas. Neusspora crassa memiliki spora berbentuk seperti urat saraf,sel hifanya memiliki inti yang cukup banyak (multiseluler),miseliumnya berpigmen dengan jumlah pigmen bervariasi tergantung substratumnya. Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora disebut konidia pada ujung konidiofor dan reproduksi seksualnya terjadi peleburan antara hifa diploid.Neusspora crassa termasuk pada kingdom fungi,filum ascomycora,sub filum pezizomycotina,kelas ascomycetes,ordo sordariales,family sordariceae,genus neurosspora, dan spesies Neusspora crassa.

Terdapat beberapa perbedaan antara tumbuhan lumut dan tumbuhan paku yaitu tumbuhan lumut belum memiliki berkas pembuluh sehingga digolongkan menjadi tumbuhan tak berpembuluh. Proses pengangkutan air dan garam mineral dari dalam tanah terjadi secara disfusi. Tumbuhan Paku sudah memiliki berkas pengangkut sehingga digolongkan sebagai tumbuhan berpembuluh.Tumbuhan Lumut dikelompokkan menjadi tumbuhan tallus dimana belum dapat dibedakan dengan jelas antara bagian akar, batang dan daunnya, sedangkan tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati (kormus).Pada pergiliran keturunan, fase yang lebih dominan pada tumbuhan lumut adalah fase gametofit, sedangkan pada tumbuhan paku fase dominannya adalah fase sporofit.Fase gametofit (penghasil gamet) tumbuhan lumut dimulai pada tumbuhan lumut, sedangkan fase sporofitnya (penghasil spora) pada protonema.Fase gametofit tumbuhan paku dimulai pada fase protalium, sedangkan fase sporofitnya pada tumbuhan paku.

Carolus Linnaeus mengajukkan system penamaan makhluk hidup dalam tulisannya “Systema nature” dengan istilah “:Binomial nomenclatur” (bi= dua, nomen=nama)yang artinya tata nama seluruh organisme ditandai dengan nama ilmiah yang terdiri dari dua kata latin atau yang dilatinkan. Kata pertama menunujukkan genus, yang penulisannya dimulai dengan huruf besar, sedangkan kata kedua merupakan “epitethon spesificum“ artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya dimulai dengan hurup kecil. Misalnya untuk nama ilmiah singkong Felis domesticus, Felis menunjukkan genus, sedangkan domesticus merupakan ciri khususnya, yang berarti sejenis hewan yang dipelihara di dalam rumah (domestik). Penulisan ditulis miring atau digaris bawahi,garis bawah kata pertama dan kedua secara terpisah,nama penemu boleh dicantumkan dibelakang nama spesies, seperti: Oryza sativa  L., Rosa hybrida Hort,untuk pemberian nama suku (famili) terdiri dari satu kata majemuk dibentuk dari salah satu nama genus yang dibawahinya ditambah akhiran –aceae untuk tumbuhan dan akhiran –idea untuk hewan. Seperti: Solanum+ aceae = Solanaaceae,Felis+ idae = Felidae .Kelompok taksonomi pada takson yang sama memiliki katagori yang sama. Urutan takson dari yang tertinggi sampai terendah seperti berikut: Kingdom, Phylum/division,Classis,Ordo,familia,genus,dan species.

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya.Tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid.Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium.Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum. Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid dan berusia pendek.Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama: gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora.Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun.Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab.Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur).Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium.Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.

Jamur tempe adalah Rhizopus oryzae berkembang biak secara seksual dengan konjugasi gamet + dan - membentuk zygosporangia melalui Plasmogami dan Karyogami, maupun berkembang biak secara aseksual dengan spora. Daur hidup dimulai dari pertumbuhan spora menjadi benang hifa yang bercabang-cabang membentuk miselium dan membentuk sporangium yang berisi spora.Jamur oncom perkembangbiakannya secara seksual dengan pembentukan ascosporangia.

Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp.Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.Di dalam askus terdapat 8 buah spora.Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus.Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.
sedangkan perkembangbiakan secara aseksual dengan pembentukan konidia.

Kesimpulan
  1. Keanekaragaman hayati adalah keseluruhan genus,spesies,dan ekosistem di dalam suatu wilayah
  2. Klasifikasi adalah cara pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan dengan banyak sedikitnya kesamaan morfologis.
  3. Pada tumbuhan daun sarang burung terlihat adanya sorus,daun(menyirip) dan akar(serabut),pada lumut daun terdapat kapsul,gametofit,akar,daun,batang (talus),pada suplir terdapat batang,daun muda menggulung,akar dan sorus,pada jamur tempe kedelai terdapat bagian sporangium,sporangiofor,stolon dan rhizoid,pada jamur oncom terdapat hifa,sporangium,stolon,rhizoid dan sporangiosphore.
  4. Tumbuhan lumut belum memiliki berkas pembuluh, dikelompokkan menjadi tumbuhan tallus ,belum dapat dibedakan dengan jelas antara bagian akar, batang dan pergiliran keturunan pada  fase gametofit
  5. Tumbuhan paku sudah memiliki berkas pembuluh,sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati (kormus),pergiliran keturunan fase yang lebih dominan adalah fase sporofit.
  6. Penamaan klasifikasi makhluk hidup disebut dengan system nama binomial(dua kata).
  7. Urutan takson dari yang tertinggi sampai terendah yaitu Kingdom, phylum/ division,classis,ordo,familia,genus,dan species.