TRANSPORT ZAT
Tujuan :
- Mengetahui proses osmosis
Transport zat hara, pertukaran zat, dan hasil metabolisme berlangsung antar sel dengan cara menembus membran plasma yang berlangsung secara aktif maupun pasif. Transport pasif antara lain berlangsung secara osmosis, sedangkan transport aktif berlangsung dengan menggunakan energi hasil respirasi berupa ATP. Pada umumnya sitoplasma dibatasi oleh membran yang tipis ( membran plasma). Membran ini mengatur secara selektif aliran cairan dari lingkungan sel. Dengan demikian osmosis adalah proses difusi molekul-molekul suatu zat dengan cara menerobos pori-pori membran plasma yang semipermeable. Sedangkan difusi tak lain adalah percampuran antara dua molekul zat yang berbeda konsentrasi, yaitu dari tempat yang konsentrasinya tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah (Achmad dan Pramudiyanti, Penuntun Paraktikum Biologi Dasar,2005).
Osmosis adalah proses berpindahnya molekul-molekul air dan larutan yang mengandung molekul air tinggi ke larutan yang molekul airnya rendah melalui selaput semi permeabel (Dwidjosepuro, Pengantar Fisiologi Tumbuhan,1986).
konsentrasi terlarut dalam suatu larutan merupakan faktor utama yang menentukan kelangsungan osmosis. Proses osmosis akan berhenti ketika ke dua larutan mempunyai konsentrasi yang sama atau disebut isotonik. Suatu sel bisa mengalami kondisi hipertonik atau pun hipotonik sehingga menghasilkan sel yang krenasi atau plasmolisis karena adanya osmosis tadi.
Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organis memulti seluler, air bergerak dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat dari pada unsur terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeabel terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan(http://sman1glagah.com/pengamatan-proses-terjadinya-osmosis/).
Faktor yang mempengaruhi Osmosis :
- Ukuran molekul yang meresap: Molekul yang lebih kecil dari pada garis pusat lubang membran akan meresap dengan lebih mudah.
- Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap lebih cepat daripada molekul yang kelarutan yang rendah seperti lipid.
- Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar.
- Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar songsang dengan jarak yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar resapan melalui satu membran yang tipis adalah lebih cepat.
- Suhu: Pergerakan molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi lebih cepat pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu yang rendah (http://id.wikipedia.org/wiki/Osmosis).
Cara Kerja :
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :
- Memotong kentang berbentuk dadu 1 x 1 cm sebanyak 8 potong.
- Menimbang kentang tersebut dengan neraca kemudian menuliskannya di tebel pengamatan
- Menyiapkan 2 cawan petri untuk masing-masing kelompok.
- Memasukkan larutan NaCl 10 ml kedalam cawan petri I
- Memasukkan larutan gula 10 ml kedalam cawan petri II
- Mamasukkan kentang yang telah ditimbang kedalam larutan NaCl dan larutan gula
- Mendiamkan kentang di dalam larutan NaCl dan larutan gula selama 10 menit
- Kemudiansetelah 10 menit,menimbang kembali kentang tersebut dan memasukkan data kedalam tabel hasil pengamatan.
Tabel Hasil Pengamatan
Dari percobaan yang telah dilakukan maka didapatkan data sebagai berikut :
Kelompok
|
Larutan
|
Waktu
|
|
Sebelum
|
Sesudah
|
||
1
|
NaCl 1M
|
1,4 gr
|
1,3 gr
|
Gula
|
1,2 gr
|
1,1 gr
|
|
2
|
NaCl 1M
|
1,3 gr
|
1,2 gr
|
Gula
|
1,1 gr
|
1,0 gr
|
|
3
|
NaCl 1M
|
1,2 gr
|
1,1 gr
|
Gula
|
1,2 gr
|
1,1 gr
|
|
4
|
NaCl 1M
|
1,3 gr
|
1,2 gr
|
Gula
|
1,3 gr
|
1,2 gr
|
|
Pada praktikum kali ini membahas mengenai peristiwa yang terjadi pada percobaan osmosis. Bahan yang digunakan ialah kentang, larutan NaCl dan larutan gula dimana kentang disini berfungsi sebagai membran permeabel. Dalam melaksanakan praktikum, membutuhkan 8 potongan kentang yang berukuran 1 x 1 cm. kentang ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui beratawalnya. 4 potongan kentang direndam di dalam larutan NaCl dan 4 potongan lagi di rendam di dalam larutan gula selama 10 menit.
Pada hasil pengamatan proses osmosis yang telah dilakukan, didapatkan data bahwa kentang yang sebelum di rendam larutan NaCl 1 M berat awal ketang pada kelompok 1,2,3,dan 4 berturut-turut adalah 1.4 gr,1.3gr,1.2gr,dan 1.3 gr setelah direndam kedalam larutan NaCl selama 10 menit menjadi 1.3 gr,1.2gr,1.1 gr dan 1.2 gr. Kentang yang direndam pada larutan NaCl mengalami penurunan berat rata-rata 1 gram. Hal ini dikarenakan kentang memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi larutan NaCl sehingga air dalam kentang bergerak kelarutan garam yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi .hal tersebut mengakibatkan kentang mengalami penurunan air sehingga beratnya menjadi berkurang dari berat semula.
Demikian juga kentang yang direndam pada dengan larutan gula. Berat awal kentang berturut-turut yaitu 1.2gr,1.1gr,1.2gr dan 1.3 gr setelah direndam dengan larutan gula selama 10 menit mengalami penurunan berat yaitu berturut-turut menjadi 1.1 gr,1.0gr,1.1gr,dan 1.2 gr. Hal ini dikarenakan kentang mempunyai konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi larutan gula sehingga air dalam kentang bergerak kelarutan gula yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan air dalam kentang mengalami pengurangan sehingga beratnya berkurang dari beratsemula.
Hal ini juga sesuai dengan referensi bahwa berat kentang yang direndam pada larutan NaCl dan larutan gula akan mengalami penurunan berat karena adanya perbedaan konsentrasi larutan, pada kentang dan larutan NaCl maupun larutan gula.
Kentang yang telah dimasukkan kedalam larutan NaCl dan gula mengalami penyusutan berat dari berat semula karena air bergerak dari larutan yang konsentrasinya rendah kelarutan yang konsentrasinya tinggi.Dimana hasil dari praktik yang telah dilakukan bahwa larutan NaCl dan larutan gula yang terdapat di dalam cawan petri memiliki kerapatan tinggi, sedangkan air didalam kentang memiliki kerapatan yang rendah.Setelah kentang dimasukkan kedalam larutan NaCl dan larutan gula selama 10 menit, kentang tersebut menjadi lebih ringan serta warnanya pun lebih kusam.Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya. Larutan hipotonis adalah larutan yang mempunyai konsentrasi yang lebih rendah, sedangkan larutan hipertonis adalah larutan yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi (pekat). Dari percobaan ini yang merupakan larutan hipotonis adalah air dalam potongan kentang sedangkan larutan hipertonis adalah laturan gula dan NaCl.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya proses osmosis yaitu, konsentrasi, ketebalan membran, suhu , luas permukaan membran dan ukuran molekul.Konsentrasi air dan zat terlarut yang ada di dalam sel dan luar sel, osmosisakanterjadidarizat yang berkonsentrasi pelarut tinggi dan konsentrasi zat terlarutnya rendah menuju zat yang berkonsentrasi pelarut rendah dan konsentrasi zat terlarutnya tinggi. Sedangkan jika dilihat dari ketebalan membran, semakin tipis membran, semakin cepat proses osmosis. Suhu, semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula osmosisnya. Luas permukaan membran, kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas permukaan membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar sehingga proses omosisnya pun juga semakin cepat. Selain itu juga dipengaruhi oleh Ukuran molekul yang meresap, molekul yang lebih kecil daripada garis pusat lubang membranakan meresap dengan lebih mudah.
Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
- Kentang yang direndam kedalam larutan NaCl dan gula mengalami penurunan berat rata-rata 1 gram.
- Adanya perbedaan konsentrasi, kentang memiliki konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi larutan NaCl maupun larutan gula, sehingga air dalam kentang bergerak ke larutan NaCl dan larutan gula yang memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.
- Osmosis adalah perpindahan molekul ion dari konsentrasi pelarut (air dalam kentang) rendah kekonsentrasi larutan tinggi ( NaCl, Gula) dengan cara menerobos pori-pori membran plasma yang semipermeable.
- Osmosis dipengaruhi beberapa factor diantaranya yaitu konsentrasi, ketebalan membran, suhu , luas permukaan membran dan ukuran molekul.
