Tujuan :
- Untuk mengetahui ciri pokok dan klasifikasi tumbuhan Bryophyta,Pterydophyta,jamur oncom dan jamur tempe
Dasar teori :
Keanekaragaman
hayati adalah keseluruhan genus,spesies,dan ekosistem di dalam suatu wilayah.
Cara mempelajarinya yaitu dengan mengklasifikasikannya atau membentuk
kelompok-kelompok dan memberi nama pada kelompok-kelompok tersebut. Kelompok
atau unit yang terbentuk dalam mengklasifikasikan disebut takson. Tata nama
yang di gunakan untuk mengklasifikasikan yang berlaku umum (internasional)
disebut nama ganda atau biner atau binomial ( Tri jalmo dan Arwin
Achmad,2002:35-36).
Nama
ilmiah untuk makhluk hidup terdiri atas dua kata,yaitu nama genus dan nama
spesies yang dibentuk dari bahasa latin atau yang dilatinkan. System penamaan
ini disebut system binomial yang diciptakan oleh seorang Swedia bernama Karl
Von Linne(Linnaeus) ( Mochammad Nasir,1994:99-100).
Hubungan
kekrabatan antara satu spesies dengan spesies lainnya (filogeni) yang
dinyatakan dengan banyak sedikitnya kesamaan morfologis,yang telah dijadikan
salah satu dasar klasifikasi(Arwin Achmad dan Pramudiyanti,2012:35).
Takson dunia hewan akan dibagi menjadi,kingdom,filum,class,ordo,familia,genus
dan species. Sedangkan takson dunia
tumbuhan dibagi menjadi kingdom,divisi,class,ordo,familia,genus, dan species (http://www.artikelbiologi.com/2012/03/klasifikasi-makhluk-hidup.html).
Cara Kerja
Adapun
cara kerja dalam praktikum ini adalah :
A.Tempe
kedelai dan oncom
- Mempersiapkan alat dan bahan (tempe kedelai,oncom,mikroskop,gelas ukur,gelas benda,gelas penutup,pipet,petridish,jarum pentul,dan air)
- Mengambil sedikit miselium jamur tempe,lalu letakkan digelas benda
- Memberi sedikit air diatas gelas benda lalu aduk jamur tempe dengan jarum pentul sampai terlihat menyatu lalu menutup dengan gelas penutup
- Mengamati dibawah mikroskop lalu menggambar hasil pengamatan kemudian memberi keterangan serta klasifikasinya
- Melakukan hal yang sama pada jamur oncom
B.Asplenidium nidus,Musci, dan Adiantum cuneatum
- Memperhatikan bagian tumbuhan secara menyeluruh
- Menggambar tumbuhan tersebut dengan memberi keterangan pada setiap bagian serta menulis klasifikasinya.
Tabel Hasil
Pengamatan
Tabel
hasil pengamatanAsplenidium
nidus,Musci,Adiantum cuneatum,jamur kedelai dan oncom
Pembahasan
Dari
data diatas didapatkan hasil pengamatan pada percobaan pertama pada tumbuhan Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) yaitu akarnya berbentuk
serabut,daunnya melebar membentuk seperti sarang burung,terdapat tulang daun
yang halus disebut sorus,dan juga terdapat spora dibagian pinggir daunnya. Paku
Sarang Daun ini mudah dikenali karena tajuknya yang besar.Entalnya dapat
mencapai panjang 150 cm dan lebar 20 cm menyerupai daun pisang. Perurutan daun
menyirip tunggal,warna helai daun hijau cerah dan menguning bila terkena cahaya
matahari langsung. Spora terletak disisi bawah helai pada urat-urat daun,dengan
sorus tertutup semacam kantung memanjang. Paku sarang burung ini termasuk
kedalam Kingdom plantae,divisi pteryodophyta,kelas polypodiopsida,ordo
polypodiales,family aspleniaceae,genus asplenium dan spesies Asplenium
nidus.
Percobaan
yang kedua yaitu pada Musci atau
lumut daun didapatkan hasil bahwa lumut daun mempunyai daun-daun yang sempit pada
sisi perut tulang daun.Kapsul spora tegak atau ada juga yang membujur.Lumut ini
tidak berakar tetapi pada setiap pangkal batang terdapat rhizoid yang berupa
filamen yang bersel banyak dan bercabang yang berfungsi sebagai akar sehingga
lumut daun dikatakan belum memiliki akar sejati (tallus).Kapsul sporanya telah
mencapai differensiasi yang paling mendalam.Sporangiumnya mempunyai tangkai
yang elastis atau disebut juga seta.Tangkai dan kaki sporangium tertanam dalam
tumbuhan gametofitnya.Pada ujung tangkai terdapat kapsul yang di bagian atasnya
diselubungi oleh operculum yang bisa membuka atau menutup pada saat pengeluaran
spora. Lumut daun termasuk klasifikasi pada kingdom plantae,divisio
bryophyta,classis music,ordo bryales,familia politrichaceae,
genus pogonatum, dan species pogonatum
sp.
Percobaan
yang selanjutnya yaitu pada Adiantum
cuneatum (suplir),dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan hasil
bahwa pada tumbuhan suplir terdapat spora yang terletak pada daun yang berupa
bintil-bintil,daunnya berbentuk belah ketupat,dengan daun muda yang
mengulung,sebagai ciri khas tumbuhan paku dan juga melindungi diri,karena daun
muda tersebut masih rentan cahaya,batang suplir berbentuk seperti kawat yang
kaku dan berwarna hitam. Mempunyai tudung akar dan perkembangbiakannya
menggunakan spora.Suplir memiliki penampilan yang jelas berbeda dari jenis
paku-pakuan lainnya. Daunnya tidak membentuk panjang,tetapi cenderung
membulat,sorus merupakan kluster-kluster di sisi bawah daun pada bagian tepi.
Spora terlindungi oleh sporangium yang dilindungi oleh insidium.Akarnya serabut
dan tumbuh dari rhizoma. Suplir termasuk klasifikasi pada kingdom
plantae,divisi pteryodophyta,kelas filicanea,ordo eufilicales,family
polypodiaceae,genus adiantum,dan spesies adiantum
cuneatum.
Percobaan
yang keempat yaitu pada Rhizhopus oryzae,didapatkan
hasil bahwa pada jamur tempe terdapat sporangiofor,sporangium,akar(rhizoid), dan
pada samping-samping akar terdapat stolon yang berfungsi untuk memperbanyak
diri pada jamur tempe tersebut. Rhizhopus
oryzae merupakan jamur pada tempe yang dapat dikonsumsi karena tidak
menghasilkan toksin dan mampu mengahasilkan asam laktat..Rhizhopus oryzae mempunyai 3 tipe hifa yaitu stolon,rizoid dan
sporangiofor,cara reproduksinya dengan sporan nonmotil yang dihasilkan oleh
sporangium sedangkan seksual dengan konjugasi. Habitatnya di darat,di tanah
yang lembab atau sisa organisme mati. Jamur tempe diklasifikasikan pada kingdom
plantae,divisi michopyta,kelas phycomycetes,ordo phycomyceae,family
mycoraceae,genus rhizopus, dan spesies
Rhizhopus oryzae.
Percobaan
yang terakhir yaitu pada Neusspora crassa,didapatkan
hasil pada jamur oncom terlihat hifa,sporangiosphore,stolon,rhizoid atau akar
tempat melekatnya substrat,sporangium dan juga kumpulan hifa-hifa yang terlihat
indah tersusun biasa disebut miselium. Stolon pada jamur tersebut berfungsi
menghubungkan antara satu hifa dengan hifa lainnya.Pertumbuhan jamur Neusspora crassa sangat cepat,warna
jingga yang khas serta bentuk spora (konidia) yang berbentuk seperti tepung
merupakan ciri khas. Neusspora crassa memiliki
spora berbentuk seperti urat saraf,sel hifanya memiliki inti yang cukup banyak
(multiseluler),miseliumnya berpigmen dengan jumlah pigmen bervariasi tergantung
substratumnya. Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan spora disebut
konidia pada ujung konidiofor dan reproduksi seksualnya terjadi peleburan
antara hifa diploid.Neusspora crassa termasuk
pada kingdom fungi,filum ascomycora,sub filum pezizomycotina,kelas
ascomycetes,ordo sordariales,family sordariceae,genus neurosspora, dan spesies Neusspora crassa.
Terdapat
beberapa perbedaan antara tumbuhan lumut dan tumbuhan paku yaitu tumbuhan lumut
belum memiliki berkas pembuluh sehingga digolongkan menjadi tumbuhan tak
berpembuluh. Proses pengangkutan air dan garam mineral dari dalam tanah terjadi
secara disfusi. Tumbuhan Paku sudah memiliki berkas pengangkut sehingga
digolongkan sebagai tumbuhan berpembuluh.Tumbuhan Lumut dikelompokkan menjadi
tumbuhan tallus dimana belum dapat dibedakan dengan jelas antara bagian akar,
batang dan daunnya, sedangkan tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan
daun sejati (kormus).Pada pergiliran keturunan, fase yang lebih dominan
pada tumbuhan lumut adalah fase gametofit, sedangkan pada tumbuhan paku fase
dominannya adalah fase sporofit.Fase gametofit (penghasil gamet) tumbuhan lumut
dimulai pada tumbuhan lumut, sedangkan fase sporofitnya (penghasil spora) pada
protonema.Fase gametofit tumbuhan paku dimulai pada fase protalium, sedangkan
fase sporofitnya pada tumbuhan paku.
Carolus
Linnaeus mengajukkan system penamaan makhluk hidup dalam tulisannya “Systema
nature” dengan istilah “:Binomial nomenclatur” (bi= dua, nomen=nama)yang
artinya tata nama seluruh organisme ditandai dengan nama ilmiah yang terdiri
dari dua kata latin atau yang dilatinkan. Kata pertama menunujukkan genus, yang
penulisannya dimulai dengan huruf besar, sedangkan kata kedua merupakan
“epitethon spesificum“ artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya
dimulai dengan hurup kecil. Misalnya untuk nama ilmiah singkong Felis domesticus, Felis menunjukkan genus, sedangkan
domesticus merupakan ciri khususnya, yang berarti sejenis hewan yang dipelihara
di dalam rumah (domestik). Penulisan ditulis miring atau digaris bawahi,garis
bawah kata pertama dan kedua secara terpisah,nama penemu boleh dicantumkan
dibelakang nama spesies, seperti: Oryza
sativa L., Rosa
hybrida Hort,untuk pemberian nama suku (famili) terdiri dari satu kata
majemuk dibentuk dari salah satu nama genus yang dibawahinya ditambah akhiran
–aceae untuk tumbuhan dan akhiran –idea untuk hewan. Seperti: Solanum+ aceae = Solanaaceae,Felis+ idae = Felidae .Kelompok taksonomi pada
takson yang sama memiliki katagori yang sama. Urutan takson dari yang tertinggi
sampai terendah seperti berikut: Kingdom, Phylum/division,Classis,Ordo,familia,genus,dan
species.
Tumbuhan lumut mengalami
pergiliran keturunan dalam daur hidupnya.Tumbuhan lumut merupakan tahap
gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid.Sel-sel kelamin jantan (sel
sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau
ovum) terletak di dalam arkegonium.Kedua organ penghasil sel kelamin ini
terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas
sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi
lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum. Ovum yang terbuahi
akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh
gametofit. Sporofit ini diploid dan berusia pendek.Sporofit akan membentuk
kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora
haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora.
Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Daur hidup
tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:
gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk
fase sporofit karena menghasilkan spora.Bentuk generasi fase gametofit
dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium),
yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati,
tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang,
tidak berdaun.Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang
lembab.Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium,
organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin
jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum
atau sel telur).Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media
spermatozoid berpindah menuju archegonium.Ovum yang terbuahi berkembang menjadi
zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
Jamur tempe adalah Rhizopus oryzae berkembang biak secara
seksual dengan konjugasi gamet + dan - membentuk zygosporangia melalui
Plasmogami dan Karyogami, maupun berkembang biak secara aseksual dengan spora.
Daur hidup dimulai dari pertumbuhan spora menjadi benang hifa yang
bercabang-cabang membentuk miselium dan membentuk sporangium yang berisi spora.Jamur
oncom perkembangbiakannya secara seksual dengan pembentukan ascosporangia.
Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan. Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid. Dari askogonium akan tumbuh trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.Pada ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp.Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.Di dalam askus terdapat 8 buah spora.Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus.Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.
sedangkan perkembangbiakan secara aseksual dengan pembentukan konidia.
Kesimpulan
- Keanekaragaman hayati adalah keseluruhan genus,spesies,dan ekosistem di dalam suatu wilayah
- Klasifikasi adalah cara pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan dengan banyak sedikitnya kesamaan morfologis.
- Pada tumbuhan daun sarang burung terlihat adanya sorus,daun(menyirip) dan akar(serabut),pada lumut daun terdapat kapsul,gametofit,akar,daun,batang (talus),pada suplir terdapat batang,daun muda menggulung,akar dan sorus,pada jamur tempe kedelai terdapat bagian sporangium,sporangiofor,stolon dan rhizoid,pada jamur oncom terdapat hifa,sporangium,stolon,rhizoid dan sporangiosphore.
- Tumbuhan lumut belum memiliki berkas pembuluh, dikelompokkan menjadi tumbuhan tallus ,belum dapat dibedakan dengan jelas antara bagian akar, batang dan pergiliran keturunan pada fase gametofit
- Tumbuhan paku sudah memiliki berkas pembuluh,sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati (kormus),pergiliran keturunan fase yang lebih dominan adalah fase sporofit.
- Penamaan klasifikasi makhluk hidup disebut dengan system nama binomial(dua kata).
- Urutan takson dari yang tertinggi sampai terendah yaitu Kingdom, phylum/ division,classis,ordo,familia,genus,dan species.





