METABOLISME (
RESPIRASI )
Tujuan :
- Mengetahui proses respirasi yang terjadi pada tumbuhan
Dasar
teori :
Respirasi atau oksidasi glukosa merupakan
sumber energy yang utama untuk kebanyakan sel. Pada proses ini,glukosa akan
dipecah melalui reaksi enzimatis,sehingga sejumlah energi akan dibebaskan dan
disimpan dalam bentuk ikatan posfat bertenaga tinggi (ATP), dan sebagian lagi
hilang sebagai panas. Respirasi dibedakan menjadi respirasi aerob yaitu proses
penggunaan oksigen bebas oleh organisme sebagai oksidator terakhir,dan
respirasi anaerob yaitu penggunaan oksigen yang berasal dari penguraian suatu
substrat karena oksigen bebas tidak tersedia (Arwin
achmad dan Pramudiyanti,2014).
Katabolisme adalah reaksi pemecahan senyawa
kompleks menjadi senyawa organic yang lebih sederhana dan menghasilkan
energy.Salah satu reaksi katabolisme adalah respirasi yang dapat dibedakan
menjadi respirasi aerob dan anaerob. Reaksi umum pada respirasi aerob adalah :
------>C6H126O2 6CO2 + 6H2O
+ Energi (ATP)
Reaksi respirasi sebenarnya terdiri lebih
dari 10 rangkaian reaksi yang dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap yaitu
glikolisis,siklus krebs,dan system transport electron. Antara glikolisis dan
siklus krebs terdapat rekasi antara yang disebut dekarboksilasi oksidatif. Jika
tidak tersedia oksigen, akan terjadi respirasi anaerob yaitu fermentasi alcohol
dan fermentasi asam laktat ( Tim Erlangga Fokus SMA,2014 ).
Respirasi dibedakan menjadi respirasi aerob dan anaerob.
Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya
respirasi anaerob merupakan respirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2.
Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam
respirasi. Proses transpor gas-gas secara keseluruhan berlangsung secara
difusi. Respirasi sel berlangsung dalam 4 tahap yaitu: glikolisis,
dekarboksilasi oksidatif, siklus rebs, dan transport elektron. Dari ke-4 tahap
respirasi teresebut, hanya glikolisis yaitu pemecahan glukosa menjadi asam
piruvat yang berlangsung secara anaerob.(http://www.slideshare.net/bellakriwangko/laporan-praktikum-sistem-respirasi)
1.Substrat
2.Temperatur
3.Oksigen
http://zonabawah.blogspot.com/2011/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi_5880.html
Cara Kerja
Adapun
cara kerja dalam praktikum ini adalah :
- Menyiapkan alat dan bahan ( kecambah,tabung erlen meyer, Kristal KOH, vaselin,tabung respirometer,kain kasa,tisu,larutan eosin dan pipet tetes).
- Membungkus Kristal KOH dengan kain kain kasa dan memasukkan kedalam tabung respirometer
- Memasukkan kecambah kedalam tabung respirometer
- Menutup respirometer dan mengolesi vaselin antara tabung dan tutup respirometer
- Meneteskan eosin pada ujung pipa respirometer dengan menggunakan pipet tetes secukupnya tepat sampai di angka nol
- Mengukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch selama 2 menit pertama hingga 2 menit ketiga
- Mencatat hasil pengamatan pada table hasil pengamatan.
Tabel Hasil
Pengamatan
Tabel hasil
pengamatan respirasi
No
|
Sample
|
Waktu
|
Rata-rata
(ml)
|
||
2 menit (ml)
|
2 menit
(ml)
|
2 menit
(ml)
|
|||
1.
|
Kecambah
|
0,225
|
0,36
|
0,485
|
0.36
|
2.
|
Biji Kacang
Hijau
|
0,32
|
0,58
|
0,75
|
0.55
|
Pembahasan
Pada praktikum kali ini membahas mengenai proses respirasi
pada kekecambah dan biji kacang hijau. Bahan yang digunakan ialah,kecambah,biji kacang hijau,tabung
erlen meyer, Kristal KOH, vaselin,tabung respirometer,kain kasa,tisu,larutan
eosindan pipet tetes. Langkah pertama yang dilakukan praktikan yaitu membungkus
Kristal KOH dengan kain kasa dan
memasukkan kedalam tabung respirometer kemudian memasukkan kecambah kedalam
tabung respirometer setelah itu menutup respirometer dan mengolesi vaselin
antara tabung dan tutup respirometer agar tidak ada udara yang dapat masuk
ataupun keluar,lalu meneteskan eosin pada ujung pipa respirometer dengan
menggunakan pipet tetes secukupnya tepat sampai di angka nol langkah terakhir
yaitu mengukur pergerakan eosin dengan menggunakan stopwatch selama 2 menit
pertama hingga 2 menit ketiga.
Pada praktikum yang telah dilakukan mengenai proses
respirasi pada kecambah dan biji kacang hijau di dapatkan datapada sample
kecambah,oksigen yang dibutuhkan selama 2 menit pertama adalah 0,225 ml, 2
menit kedua sebesar 0,36 dan 2 menit terakhir yaitu 0,485 ml sehingga di
dapatkan rata-rata oksigen yang dibutuhkan
kecambah pada percobaan ini setiap dua menitnya adalah 0,3567 ml.
Sedangkan pada sample biji kacang hijau,oksigen yang dibutuhkan selama 2 menit
pertama adalah 0,32 ml, 2 menit kedua sebesar 0,58 dan 2 menit terakhir yaitu
0,75 ml sehingga di dapatkan rata-rata oksigen yang dibutuhkan kecambah pada percobaan ini setiap dua
menitnya adalah 0,55 ml. Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa kecepatan
respirasi yang terjadi pada buji kacang hijau lebih cepat dibandingkan dengan
yang terjadi pada kecambah. Salah satu factor yang mempengaruhi kecepatan laju
respirasi yaitu adanya kandungan subtract yang berupa karbohidrat
(amilum,glukosa) yang terdapat pada tumbuhan terutama pada daun. Semakin besar
subtrat yang terkandung pada tumbuhan maka proses respirasi akan lebih cepat.
Namun hal itu berbeda dengan data hasil percobaan yang didapatkan,kecambah yang
sudah mengalami pertumbuhan dan sudah memiliki daun seharusnya memiliki laju
respirasi yang lebih cepat dibandingkan dengan biji kacang hujau yang belum
memiliki struktur tumbuhan seperti daun. Hal itu mungkin disebabkan karena
kecambah yang digunakan pada percobaan sudah sedikit layu,dan pada pinggir daun
kecambah sudah sedikit kecoklatan sehingga menyebabkan kecambah kurang sempurna
untuk mengikat oksigen.
Kecambah dan kacang hijau melakukan pernapasan untuk
mendapatkan energi yang dilakukan dengan melibatkan gas oksigen ( O2)
sebagai bahan yang diserap atau diperlukan dan menghasilkan gas karbindioksida
(CO2),air (H2O) dan sejumlah energi. Jadi respirasi
adalah suatu proses pembebasan energy yang tersimpan dalam zat sumber energy
melalui proses kimia dengan menggunakan energy. Dari respirasi akan dihasilkan
energy kimia ATP ungtuk kegiatan kehidupan,seperti sentesis,gerak dan
pertumbuhan. Pada dasarnya,proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energy
yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan
untuk menjadi dewasa. Semakin besar suatu organisme,maka semakin besar pula
kebutuhannya akan energy sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang
banyak pula.
Reaksi yang terjadi pada percobaan respirasiyang telah
dilakukan yaitu pada tabung respirometer terlihat eosin yang digunakam sebagai
indicator oksigen yang di hirup oleh tumbuhan berjalan mendekati tabung
respirometer.Berjalannya eosin mendekati tabung respirometer menandakan adanya
reaksi respirasi yang dilakukan oleh kecambah ataupun kacang hijau. Kain kasa
yang berfungsi untuk membungkus Kristal
KOH dan sebagai indicator adanya H2O (uap air) sebagai hasil dari
proses respirasi yang ditandai dengan kapas menjadi basah setelah percobaan.
Kristal KOH itu sendiri befungsi untuk mengikat CO2yang masuk.
Respirasi dibedakan
menjadi dua yaitu respirasi aerob dan anaerob. Respirasi aerob merupakan proses
respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob
merupakan respirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Perbedaan
antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi.
Proses transpor gas-gas secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Respirasi
sel berlangsung dalam 4 tahap yaitu: glikolisis, dekarboksilasi oksidatif,
siklus rebs, dan transport elektron. Dari ke-4 tahap respirasi teresebut, hanya
glikolisis yaitu pemecahan glukosa menjadi asam piruvat yang berlangsung secara
anaerob.
Ada beberapa factor
yang mempengaruhi laju repirasi yaitu ketersediaan subtract,oksigen dan suhu. Respirasi bergantung pada tersedianya substrat,tumbuhan dengan
kadungan subtract yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah
pula. Demikian sebaliknya jika subtract yang tersedia cukup banyak maka laju
respirasi akan meningkat. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju
respirasi,namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan
bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan
oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi,karena jumlah oksigen
yang dibutuhkan tumbuhan untuk berespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang
tersedia diudara. Pengaruh factor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat
terkait dengan factor Q10,dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat
untuk setiap kenaikan suhu sebesar 1000 C,namun hal ini tergantung
pada masing-masing spesies,tipe dan umur tumbuhan. Tumbuhan muda menunjukkan
laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan tumbuhan yang tua.Demikian pula
pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas dapat dimbil kesimpulan sebagai berikut :
- Respirasi adalah suatu proses pembebasan energy yang tersimpan dalam zat sumber energy melalui proses kimia dengan menggunakan energy
- Proses respirasi pada kacang hijau lebih cepat dibandingkan dengan kecambah
- Respirasi dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob dan anaerob.
- Ada beberapa factor yang mempengaruhi laju repirasi yaitu ketersediaan subtract,oksigen dan suhu.
