Pengertian dan contoh uji data One Simple t test serta langkah-langkah menganalisisnya menggunakan SPSS


         

      Uji One Sample t test merupakan uji yang digunakan untuk satu sample data. Hasil dari satu sample tersebut dibandingkan dengan suatu value atau nilai konstanta tertentu. Sehingga dari perbandingan tersebut dapat diketahui apakah  sample data yang kita punya lebih tinggi atau lebih rendah dari value yang telah ditetapkan. Syaratnya dari uji ini adalah data yang digunakan merupakan data kuantitatif dan berdistribusi normal. 

      contoh dari uji one sample t test yaitu sebagai berikut :

Pada pembelajran IPA, diterapkan multimedia interaktif pada suatu kelas, kemudian dilakukan tes untuk mengetahui apakah setelah menggunakan multimedia interaktif, rata-rata hasil belajar IPA siswa lebih besar dari nilai KKM. Kasus ini akan dilakukan analisis dengan menggunakan uji one sample t test. Adapun hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  • Hipotesis: Setelah diterapkan pembelajaran menggunakan multimedia interaktif nilai rata-rata mata pelajaran IPA > KKM

  • Misal KKM IPA = 70

  • Ho:  = 70

  • H1:  > 70
  Data yang digunakan untuk menguji kasus tersebut yaitu :
No
Hasil Belajar

No
Hasil Belajar
1
70
13
70
2
80
14
70
3
70
15
80
4
70
16
90
5
80
17
60
6
90
18
70
7
60
19
80
8
70
20
80
9
80
21
80
10
80
22
70
11
70
23
80
12
80
24
90
    
Asumsi awal yang harus dipenuhi adalah data tersebut berdistribusi normal. Untuk melihat apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak maka dilakukan dilakukan uji distribusi normal terlebih dahulu,langkah-langkahnya yaitu sebgai berikut :
 
1. Buka aplikasi SPSS,pilih Type Data >> Oke.
 
2. Buka Variabel View  kemudian isi Tabel seperti di bawah ini  
 
3. Kemudian buka data view, lalu mengisi nilai pada kolom Hasil belajar,seperti di bawah ini :

 

 
4.Setelah data diisi,kemudian data di Uji Distribusi Normal Langkahnya yaitu klik Analyze >> Nonparametric tests >> Legacy Dialog >> 1-Simple K-S


     5. Kemudian pindahkan data pada ruas sebelah kanan,caranya yaitu klik Hasil Belajar Fisika lalu klik tanda panah ke kanan lalu klik Ok ,caranya yaitu seperti berikut ini:

 
Pastikan terceklis pada bacaan normal
 
       6. Maka Hasil data yang telah dibuat akan seperti ini,
 


Tabel diatas menunjukkan nilai Asymp Sign (2-tailed) 0,120,artinya data tersebut berdistribusi normal karena asymp sig > 0,05.Setelah data diketahui berdistribusi normal,selanjutnya menganalisis One-Sample t-test.



Langkah-langkah untuk menguji One Sample t-test yaitu :

    
     1. Setelah data diketahui berdistribusi normal,langkah selanjutnya baru menganalisis One-Sample t-test,caranya yaitu klik Analyze >> Compare Means >> lalu pilih One-Sample T test
 


2. Maka akan muncul kotak seperti di bawah ini,memindahkan data ke ruas kanan kemudian isi Test Value dengan angka KKM yaitu 70 lalu klik Ok.

3. Maka hasil yang diperoleh yaitu sebagai berikut :
 
Kesimpulan :


Data diatas menunjukkan nilai t-hitung sebesar 3,186 dengan dt atau derajat bebas 23 ( N-1) sehingga nilai Sig.( 2-tailed) yang didapat yaitu 0,04 < 0,05. Apabila nilai sig. > batas kritis 0,05,maka H0 di tolak dan H1 di terima. Maka dapat disimpulkan bahwa  ada perbedaan rata-rata hasil belajar IPA setelah mengunakan metode belajar interaktif.



----------------- Semoga bermanfaat :) -----------------


 
  Lihat juga pengertian dan contoh analisis data menggunakan SPSS :







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

comments
July 23, 2018 at 11:30 PM delete

Bagaimana cara mendapatkan aplikasi SPSS Bu...?
Terima kasih

Reply
avatar
July 23, 2018 at 11:43 PM delete

Bu, kalau saya punya nilai rata2 saham misal dari perusahaan A = taanggal 1, 2 dan 3 berturut turut 4,2 dan 5 B = 6, 9 dan 10, C = 7, 5 dan9, bagaimana saya menentukan test valuenya....seperti contoh 70....terima kasih dan salam

Reply
avatar