Laporan Praktikum Biologi tentang Genetika ( Penggolongan Darah dan Variabilitas )



GENETIKA
(PENGGOLONGAN DARAH DAN VARIABILITAS)





Tujuan :
  1.  Mengetahui adanya multiple alel
  2.   Mengetahui variabilitas individu
Dasar teori :
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membrane sel darah merah. (Annisugiyarti, 2012).
Penggolongan darah manusia dapat dilakukan dengan beberapa sistem, salah satunya adalah sistem ABO. Menurut sistem ini, golongan darah dapat dilihat  berdasarkan aglutinogen dan aglutininnya(http://www.academia.edu/8070112/Laporan_Praktikum_Golongan_Darah)
Anemia,Anemia sel sabit, Hemofilia, Limfoma, Limfoma Hodgkin, Sindrom antibodi antifosfolipid, Sindrom uremik-hemolitik, Thalassemia,dan Leukemia(http://meetdoctor.com/article/kelainan-darah#)
Variabilitas merupakan suatu keadaan bervariasi yang berkecenderungan berubah-ubah menjadi bermacam-macam (Suliyanto,2010).
 variabilitas mengarah pada ciri-ciri yang dimiliki masing-masing individu atau yang disebut karakter taksonomi. Karakter tersebut bersifat kuantitatif dan kualitatif.(Siegel dan Morgan, 1996: 175).

Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :
A.Pemeriksaan golongan darah
  1.     Menyediakan gelas objek lalu menandai sisi sisi kiri A,tengah B dan kanan C 
  2.     Meneteskan alcohol 70% pada kapas,lalu mengusapkan pada ujung jari tangan dan meyeterilkan pula jarum fanke dengan cara yang sama 
  3. Menusukkan ujung jari dengan jarum fanke sampai ada darah yang keluar 
  4.  Meneteskan darah tersebut pada gelas objek yang telah ditandi sebelumya 
  5. Meneteskan serum antibody A pada bagian A,dan serum antibody B pada bagian B,kemudian mengaduk secara hati-hati pada ketiga bagian tersebut 
  6.  Setelah 30 detik mengamati cairan bagian yang mengalami aglutinasi,lalu kita dapat mengetahuain golongan darah tersebut
B.variabilitas Individu
  1.    Mencocokkan daftar fenotip dalam table dengan fenotip yang praktikan miliki 
  2.  Bila memiliki fenotip dominan,maka memberi tanda (-) untuk gen ke dua
  3. Memperkirakan genotip untuk masing-masing fenotip 
  4.   Mentabulasikan data semua praktikan,menghitung presentasinya
Tabel Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatan golongan darah
Nama
Antigen A
Antigen B
Antibodi A
Antibodi B
Golongan darah
Mursidi
A
B
-
-
AB
Deby
-
-
Α
Β
O
Haditya
A
-
-
Β
A
Siti M.
A
B
-
-
AB
Bayu
-
-
Α
Β
O
Bernadeta
-
B
Β
-
B
Rohmah
-
-
Α
Β
O
Fitri
A
-
-
Β
A
Syifa
-
-
Α
Β
O
Riska
A
-
-
Β
A

Table pengamatan variabilitas individu
Karakteristik
Fenotip anda
Kemungkinan genotip
Persentase data kelas
1. Lesung dagu (D) tidak dagu(d)
_d
dd
D = 0%
d = 100%
2. Anak daun telinga menggantung (E) menempel (e )
_E
EE
E = 50%
e = 50 %
3. Ada garis pertumbuhan rambut(W) tidak ada (w)
_w
Ww
W = 12,5%
w = 87,5%
4.ibu jari kiri diatas(F) Ibu jari kanan diatas(f)
_F
FF
F = 25 %
f = 75%
5.kelingking bengkok kedalam(B) bengkok keluar(b)
_B
BB
B = 25 %
b = 75%
6.ibu jari tangan bengkok keluar (h) ibu jari tangan lurus(H)
_H
HH
H = 62,5%
h = 37,5%
7.iris berwarna(P) iris tidak bangan berwarna (p)
_P
PP
P = 100%
p = 0%
8.ruas ke 2 jari tangan berambut (M)tidak berambut(m)
_M
MM
M = 100%
m = 0%
9.telunjuk pendek dari jari manis(Ss) telunjuk lebih panjang (S’)
_S’
S’S’
Laki-laki
Perempuan
S’ = 100%
Ss = 0%
S’ = 25 %
Ss= 75 %

Pembahasan
Silsilah golongan darah ABO pada keluarga praktikan yaitu :
Ayah golongan darah : B = IbIa ( heterozigot)
Ibu golongan darah     : O = IoIo (homozigot)
P1                    IoIo     ><        IbIo
Gamet             Io,Io    ><        Ib,Io
F1


bu
Ayah
Ib
Io
Io
IbIo
IoIo
Io
IbIo
IoIo

Dari perhitungan tersebut didapatkan golongan darah B = 50% dan golongan darah O = 50%. Praktikan mempunyai dua saudara,praktikan bergolongan darah B dan kakak praktikan golongan darahnya juga B sedangkan adik praktikan belum diketahui .


    Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigenwarisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Penggolongan darah manusia dapat dilakukan dengan beberapa sistem, salah satunya adalah sistem ABOdan Rhesus(faktor Rh).Namun pada praktikum kali in,praktikan hanya mengidentifikasi penggolongan darah dengan system ABO. Menurut sistem ini, golongan darah dapat dilihat  berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya.Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan individu dengan golongan darah Apada percobaan yang memiliki darah A yaitu haditya,fitri dan riska memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Individu dengan golongan darah B (Bernadeta) memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Individu dengan golongan darah AB ( mursidi dan siti mardian) memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B.Individu dengan golongan darah O ( deby,bayu,rohmah dan syifa) memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B.

Cara membaca golongan darah dari percobaan yang telah dilakukan yaitu untuk golongan darah A jika ditetesi dengan serum antibody A akan menggumpal dan tidak menggumpal jika ditetesi dengan serum antibody B. Bolongan darah B jika ditetesi dengan antibody A tidak menggumpul dan ditetesi dengan antibody B akan menggumpal. Golongan darah AB,darah akan menggumpal jika ditetesi serum antibody A maupun B. Dan untuk golongan darah O,darah tidak akan menggumpal jika ditetesi dengan antibody A maupun B.

Gen yang menjadi golongan darah ABO bersifat berpasangan, ada gen Ia, Ib, Io. Golongan darah ditentukan oleh pasangan gen-gen tersebut,golongan darah A  pasangan yang mungkin Ia Ia dan Ia Io,golongan darah B pasangan yang mungkin Ib Ib dan Ib Io,golongan darah O hanya satu pasangan yang mungkin Io Io,golongan darah AB hanya satu pasangan yang mungkin Ia Ib. kemungkinan yang terjadi penyilangan jika ayah dan ibu mempunyai golongan darah yang berbeda yaitu, jika ayah bergolongan darah B dan Ibu bergolongan darah O, maka ada dua kemungkinann penyilangan yaitu: kemungkinan pertama: Ib Io x Io Io dengan hasil: Ib Io, Ib Io, Io Io dan Io Io. (jadi kemungkinan anaknya 50% bergolongan darah B dan O). kemungkinan kedua: Ib Ib x Io Io dalam hal ini anak yang lahir pasti bergolongan darah B (Io Ib).Jika Ayah O dan Ibu AB, kemungkinan pertama: Ib Io x Ia Ib hasilnya: Ia Ib, Ib Ib, Ia Io dan Ib Io. Anak yang lahir kemungkian 50% bergolongan darah B, 25% bergolongan darah A, AB. Kemungkinan kedua: Ib Ib x Ia Ib, hasilnya: Ia Ib, Ib Ib, Ia Ib, Ib Ib. kemungkinan anak yang lahir bergolongan darah B atau AB. Dan jika Ayah B dan Ibu A, kemungkinan pertama: Ib Io x Ia Io hasilnya: Ia Ib, Ia Io, Io Ib, dan Io Io. Anak yang lahir bisa bergolongan darah A, B, O, AB. Kemungkinan kedua: Ib Ib x Ia Ia, hasilnya: Ia Ib, Ia Ib, Ia Ib, dan Ia Ib. anak yang lahir pasti bergolongan darah AB(Ia Ib). Jika Ayah O dan Ibu O golongan darah anak pasti B atau O (tidak mungkin yang lainya).

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengetahui golongan darah diantaranya yaitu membantu orang lain yang kecelakaan, melahirkan, atau butuh darah, melalui proses transfuse darah.Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Manfaat lainnya yaitu untuk mengetahui silsilah keluarga,untuk menghindari penyakit jika terjadi perkawinan dan Membantu memantau diet,Jika kita mengetahui golongan darah kita, itu akan membantu program diet kita. Jenis darah tertentu lebih rentan terhadap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, ada satu jenis golongan darah yang cocok dengan makanan vegetarian. Beberapa orang perlu membatasi asupan karbohidrat karena jenis golongan darahnya.

Variabilitas genetik atau keragaman genetik adalah ukuran bagi kecenderungan berbagai individu dalam suatu populasi untuk memiliki genotipe yang berbeda-beda. Variabilitas dalam suatu sifat (karakter) tertentu menggambarkan bagaimana sifat itu mampu berubah-ubah untuk menanggapi pengaruh lingkungan dan genetik. Tingginya variabilitas genetik amat penting bagi keanekaragaman hayati karena akan membantu suatu populasi beradaptasi dan menghindari kepunahan.Dalam ekologi umum, variabilitas mengarah pada ciri-ciri yang dimiliki masing-masing individu atau yang disebut karakter taksonomi. Karakter tersebut bersifat kuantitatif dan kualitatif.Karakter kuantitatif adalah karakter yang dapat diukur misalnya berat, panjang, lebar, usia dan sebagainya. Karakter kuantitatif pada suatu individu tidak selalu 100% sama. Karakter kuantitatif tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, faktor lingkungan atau jenis kelamin,dan usia dari masing-masing individu.Pada praktikum kali ini,praktikan mengamati variabilitas individu yang bersifat kuantitatif yaitu ciri fisik yang terdapat pada diri praktikan dan membandingkan dengan teman sekelompok. Karakteristik yang diamati yaitu lesung dagu,anak daun telinga,garis pertumbuhan rambut,posisi ibu jari,bentuk kelingking,bentuk ibu jari,iris mata,ruas ke 2 jari tangan ,dan posisi jari telunjuk dan jari manis.Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa setiap individu satu dengan yang lainnya memiliki variabilitas individu yang berbeda-beda namun tak sedikit pula yang memiliki persamaan misalnya dalam satu kelompok praktikan tidak ada yang mempunyai lesung dagu(d), iris matanya berwarna(P),dan memiliki rambut pada ruas kedua jari(M) yang memiliki kesamaan 100%. Hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh factor yang telah disebutkan diatas. Sedangkan karakter kualitatif adalah karakter yang tidak dapat diukur secara objektif  misalnya baik, buruk, warna dan sebagainya.

Ada beberapa penyakit akibat gangguan pada darah yaitu yang pertama ada Anemia penyakit kekurangan sel darah merah yaitu keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin. Kedua,Anemia sel sabit adalah kondisi serius di mana sel-sel darah merah menjadi berbentuk bulan sabit, seperti huruf C. Sel darah merah normal berbentuk donat tanpa lubang (lingkaran, pipih di bagian tengahnya). Ketiga,Hemofilia adalah kelainan genetik pada darah yang disebabkan adanya kekurangan faktor pembekuan darah. Keempat, limfoma adalah salah satu jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih yang menjaga daya tahan tubuh, menjadi abnormal dengan membelah lebih cepat dari sel biasa atau hidup lebih lama dari biasanya. kelima,Sindrom antibodi antifosfolipid(APS) adalah gangguan pada sistem pembekuan darah yang dapat menyebabkan thrombosis pada arteri dan vena.Disebabkan karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel. Keenam, ada anemia defisiensi besiadalah kondisi penurunan kadar besi dalam tubuh yang mengakibatkan menyusutnya kadar sel darah merah. Kemudian ketujuh,adaThalassemia yaitu kelainan darah yang biasanya terjadi sebab faktor keturunan. Gejala yang timbul pun berkisar pada rendahnya kadar sel darah merah dalam darah.

Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigenwarisan pada permukaan membran sel darah merah. 
  2.    Penggolongan darah manusia dapat dilakukan dengan beberapa sistem, salah satunya adalah sistem ABOdan Rhesus(faktor Rh).
  3. Penyakit akibat gangguan pada darah yaitu Anemia,Anemia sel sabit, Hemofilia, Limfoma, Limfoma Hodgkin, Sindrom antibodi antifosfolipid, Sindrom uremik-hemolitik, Thalassemia,dan Leukemia. 
  4.  Cara membaca golongn darah adalah dengan melihat ada atau tidaknya zat antigenwarisan pada permukaan membran sel darah merah.
  5. Variabilitas genetik atau keragaman genetik adalah ukuran bagi kecenderungan berbagai individu dalam suatu populasi untuk memiliki genotipe yang berbeda-beda.
  6. Manfaat mengetahui golongan darah yaitu membantu orang lain yang kecelakaan, melahirkan, atau butuh darah, melalui proses transfuse darah,mengetahui silsilah keluarga,untuk menghindari penyakit jika terjadi perkawinan dan membantu memantau diet.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »