Elastisitas or Elasticity (Assignment of English Profession)




Key word

1.
Exceed
Melampaui
2.
Increment
Pertambahan
3.
Pulling
Menarik
4.
arrangement
susunan
5.
Determine
menentukan

Hooke`s Law
Hukum Hooke

Robert Hooke was an English scientist who stated “If the pulling force does not exceed the spring elasticity limit, then the length increment of the spring is directly proportional to its pulling force”. then known as Hooke’s Law. Mathematically, the Hooke’s Law can be written as follows. 

Robert Hooke merupakan seorang ilmuwan Inggris, yang mengemukakan “Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Yang kemudian dikenal sebagai hokum Hooke. Secara matematis, hokum Hooke dapat ditulis sebagai berikut. 
F = k Δx



Figure 3.3 length increment in spring
Gambar 3.3 Pertambahan panjang pada pegas




Where
Dengan
F = force of spring (N)
Gaya tarikpegas (N)
k = spring force constant (N/m)
tetapangayapegas(N/m)
Δx = length increment of the spring (m)
Perubahanpanjangpegas (m)
 


Several spring can be arranged in series, parallel, or both. The spring arrangement constant formed can be substituted with a net spring constant. In this case, the net spring force constant can be determined using Hooke’s law.

 Beberapa buah pegas dapat kita susun secara seri, parallel, atau gabungan keduanya. Tetapan susunan pegas yang terbentuk dapat kita ganti dengan sebuah tetapan pegas pengganti. Dalam hal ini, tetapan pegas pengganti dapat ditentukan menggunakan hukum Hooke.



1.   Series Arrangement
    Susunan Seri 

For series arrangement that consists of two or more springs, then the series net spring constant can be determined by the equation as follows.



Untuk susunan seri yang terdiri dari dua buah pegas atau lebih, maka tetapan pengganti serinya dapat ditentukan dengan persamaan :




Figure 3.4 Series Arrangement of springs
Gambar 3.4 susunan seri pegas


For n identical springs of which the constant of each is k that are arranged in series, the following equation is valid    .
Untuk n buah pegas indentik dengan tetapan tiap pegasnya k yang disusun seri, berlaku persamaan berikut.

2.      Parallel Arrangement

Susunan Paralel

For two or more springs arranged in parallel, the following equation applies.
Untuk susunan paralel lebih dari dua buah pegas, berlaku persamaan berikut. 

 





Figure 3.5parallel Arrangement of springs
Gambar 3.5 susunan paralel pegas
 


The equation above shows that the parallel net spring constant is equal to the total of springs force constant of the springs that are arranged in parallel.

Persamaan di atas menunjukkan bahwa tetapan pegas pengganti paralel sama dengan jumlah tetapan pegas dari pegas yang disusun paralel.

For n identical springs that are arranged in parallel,of which each constant is k, the following equation applies.

Untuk n buah pegas indentik yang disusun secara paralel, dengan tetapan tiap pegasnya k, berlaku persamaan berikut ini.

 
 
 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »