Laporan Praktikum Biologi tentang Metabolisme ( Fotosintesis)



METABOLISME(FOTOSINTESIS)





Tujuan :
1.      Mengetahui proses fotosintesis pada tumbuhan

Dasar teori :
Reaksi fotosintesis berlangsung di dalam kloroplas sel-sel parenkim daun. Kloroplas merupakan organela dengan membrane rangkap yang membungkus kolois yang disebut stroma. Pada tempat tertentu,membrane bagian dalam kloroplas tumbuh kearah stroma membentuk lembaran pipih yang disebut lamela stroma. Ujung lamela stroma ini membesar dan membentuk lempengan seperti cakram disebut tilakoid dan membentuk tumpukan-tumpukan yang disebut grana. Ada tiga factor dalam dan lima factor luar yang mempengaruhi proses fotosintesis. Factor dalam tersebut adalah kadar klorofil,morfologi daun, dan kedudukan daun terhadap cahaya. Sedangkan factor luarnya adalah intensitas cahaya,temperature,kadar CO2 ,kadar O2 ,dan kandungan air ( Arwin achmad dan Pramudiyanti,2014).
Untuk dapat digunakan sebagai penggerak aktivitas kehidupan seluruh organisme hidup,tenaga matahari harus diubah menjadi tenaga kimia terlebih dahulu. Dengan demikian proses fotosintesis itu terdiri atas reaksi pengubah cahaya matahari menjadi tenaga kimia terlebih dahulu dalam bentuk ATP dan NADPH + H+ serta reaksi pembentukan karbohidrat,dengan menggunakan ATP dan NADPH + H+ tersebut. Cahaya matahari tidak berperan secara langsung di dalam reaksi sintesis,sehingga reaksi ini dinamakan juga reaksi gelap( Mochammad Nasir,1993:48-57).
Reaksi terang menggunakan energy matahari untuk membuat ATP dan NADPH,yang masing-masing berfungsi sebagai energy kimiawi dan tenaga pereduksi dalam siklus Celvin. Berlawanan dengan ATP yang dihasilkan oleh respirasi seluler,ATP yang diproduksi dalam reaksi terang fotosintesis biasanya digunakan untuk satu jenis kerja seluler, yaitu menggerakkka siklus celvin. Siklus celvin memasukkan CO2 ke dalam molekul organic,yang diubah menjadi gula. Membrane tilakoid,khususnya yang berada di grana,merupakan tempat reaksi terang,sementara siklus calvin terjadi di stroma( Neil A. Campbell,200:185).
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan:
6CO2 + 6H2O  cahaya matahari + klorofil   C6H12O6 + 6O2 + Energi

Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah :
1.      Menyiapkan alat dan bahan ( daun Aloedea sp,tabung gelas,tabung reaksi,air,luxmeter,lampu,penggaris)
2.      Memasukan daun Aloedea sp kedalam tabung yang berisi air dengan posisi bekas potongan diatas
3.      Meletakkan tabung yang hanya berisi air diantara tabung yang berisi daun Aloedea sp ,mengusahakan jangan sampai terdapat gelembung
4.      Menyinari tabung tersebut di bawah sinar lampu 40 watt
5.      Menghitung gelembung pada jarak 5 cm  dan 10 cm dari lampu masing-masing selama 5 menit.
6.      Melakukan hal yang sama pada lampu 100 watt
7.      Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.

Tabel Hasil Pengamatan
    Tabel hasil pengamatan fotosintesis

No
Perlakuan
Waktu
Rata-rata
5 menit
5 menit
1.
40 Watt
136 gelembung
75 gelembung
105,5 gelembung
2.
100 watt
179 gelembung
165 gelembung
172 gelembung

Pembahasan
Pada praktikum kali ini praktikam melakukan percobaan mengenai proses fotosintesis pada daun Aloedea Sp langkah  pertama yang dilakukan yaitu menyiapkan alat dan bahan diantaranya daun Aloedea sp,tabung gelas,tabung reaksi,air,luxmeter,lampu 40 watt dan 100 watt, dan penggaris. Kemudian memasukan daun Aloedea sp kedalam tabung yang berisi air dengan posisi bekas potongan diatas,lalu meletakkan tabung yang hanya berisi air diantara tabung yang berisi daun Aloedea sp ,mengusahakan jangan sampai terdapat gelembung pada tabung setelah itu meletakkan tabung tersebut di bawah sinar lampu 40 watt kemudian menghitung gelembung selama 5 menit pada jarak 5 cm dari lampu,lalu menggeser 5 cm lagi dan menghitung gelembung yang terbentuk selama 5 menit pula. Untuk percobaan yang kedua yaitu meletakkan tabung dibawah sinar lampu 100 watt dengan cara yang sama seperti percobaan pertama.

Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan data bahwa pada percobaan pertama yaitu tabung yang diletakkan di bawah sinar lampu 40 watt, pada 5 menit pertama dengan jarak 5 cm dari lampu didapatkan 136 gelembung dan 5 menit kedua pada jarak 10 cm dari lampu yaitu didapatkan 75 gelembung sehingga rata-rata jumlah gelembung pada sinar lampu 46 watt yaitu 105,5 gelembung. Sedangkan pada percobaan kedua didapatkan data pada tabung yang diletakkan di bawah sinar lampu 100 watt, pada 5 menit pertama dengan jarak 5 cm dari lampu didapatkan 179 gelembung dan 5 menit kedua pada jarak 10 cm dari lampu yaitu didapatkan 165 gelembung sehingga rata-rata jumlah gelembung pada sinar lampu 100 watt yaitu 172 gelembung. Dari data tersebut terlihat bahwa gelembung pada tabung yang di sinari lampu 40 watt maupun 100 watt pada jarak 5 cm lebih banyak gelembung yang dihasilkan di bandingkan dengan tabung yang diletakkan pada jarak 10 cm. Terlihat pula pada tabung yang disinari dibawah lampu 100 watt menghasilkan rat-rata gelembung lebih banyak dibandingkan dengan diletakkakn dibawah lampu 40 watt. Hal itu dapat terjadi karena adanya pengaruh sinar lampu dan juga pengaruh dari kedudukan daun terhadap sinar lampu tersebut. Pada jarak 5 cm,kedudukan daun yang ada di dalam tabung lebih dekat dengan lampu sehingga gelembung yang dihasilkan lebih banyak begitu pula dengan tabung yang disinari dibawah lampu 100 watt menghasilkan gelembung yang lebih bayak karena semakin besar sumber cahaya yang menyinari daun akan semakin besar pula kecepatan proses fotosintesis.

Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari yang terjadi pada klorofil daun. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Pada percobaan,Gelembung yang muncul adalah gelembung oksigen yang dilepaskan dari proses fotosintesis.

Fotosintesis dapat terjadi dalam dua fase yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum) dan mengubah energy cahaya menjadi energy kimia. Reaksi terang melibatkan tilakoid dan pigmen seperti beta-karoten. Masing-masing pigmen yang mengubah yang berbeda warna dapat menyerap warna yang sedikit berbeda dari cahaya dan energy ke molekul klorofil pusat untuk melakukan fotosintesis. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm dan fotosistem II 680 nm. Fotosintesis di mulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II,membuatnya melepaskan electron yang akan ditransfer sepanjang rantai transport electron. Energy dari electron ini digunakan untuk fosforilasi yang menghasilkan ATP,satuan pertukaran energi dalam sel. Reaksi ini menyebabkan fotosistem dua mengalami deficit atau kekurangan electron yang harus segera diganti. Pada tumbuhan dan alga, kekurangan electron ini dipengaruhi oleh electron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Hasil ionisasi air ini adalah electron dan oksigen. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air,bukan dari karbon dioksida. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II,melepaskan electron yang ditransfer sepanjang rantai transport electron yang akhirnya mereduksi NADP dan menjadi NADPH.
Reaksi gelap adalah reaksi tahap kedua fotosintesis yang terjadi di dalam stroma kloroplas. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH).  Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.

Metabolisme adalah pertukaran zat antara suatu sel atau organisme secara keseluruhan denga lingkungannya. Metabolisme pada organisme multiseluler juga mecakup masalah penyerapan air serta senyawa-senyawa anorganik dari dalam tanah serta transport nutrien ke tempat sintesa. Sistem penyerapan serta transportasi nutrien sangat penting bagi tumbuhan maupun hewan. Bagi tumbuhan dan hewan yang belum memiliki struktur organisasi yang rumit,transport zat hara serta pertukaran zat dan hasil metabolisme cukup dari sel ke sel dengan menembus membrane plasma dan berlangsung baik secara aktif maupun pasif. Metabolisme dibedakan menjadi dua proses yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah reaksi pembentukan senyawa sederhana mejadi senyawa anorganik yang lebih kompleks. Contoh dari dari anabolisme adalah proses fotosintesis. Sedangkan katabolisme adalah reaksi pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa anorganik yang lebih sederhanya dan menghasilkan energy. Contoh reaksi katabolisme adalah respirasi. Fotosintesis tidak dapat terjadi di tempat gelap terkecuali jika didahului oleh reaksi terang yang terjadi di tempat terang atau terkena sinar matahari. Hal tersebut juga dikarenakan unsur utama untuk dapat melakukan proses fotosintesis adalah harus adanya cahaya atau sinar matahari,jadi tidak memungkin tumbuhan melakukan fotosintesis ditempat yang gelap tanpa ada sinar sama sekali.

Kesimplan
Dari pembahasaan diatas maka dapat di ambil kesimpul sebagi berikut :
1.      Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari yang terjadi pada klorofil daun
2.       Fotosintesis dapat terjadi dalam dua fase yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang terjadi pada grana dan reaksi gelap terjadi di stroma.
3.      Semakin tinggi intensitas cahaya dan semakin dekat kedudukkan daun terhadap cahaya maka proses fotosintesis akan semakin cepat.
4.      Ada tiga factor dalam dan lima factor luar yang mempengaruhi proses fotosintesis. Factor dalam tersebut adalah kadar klorofil,morfologi daun, dan kedudukan daun terhadap cahaya. Sedangkan factor luarnya adalah intensitas cahaya,temperature,kadar CO2 ,kadar O2 ,dan kandungan air.

Share this

Related Posts

First